Ketik disini

Selong

Pelayanan RSUD Selong Kembali Dikeluhkan

Bagikan

SELONG – Pelayanan A�RSUD R Soedjono Selong kembali mendapat sorotan. Keluarga pasien asal Desa Tanjung Luar, Izwar Dadjur merasa ngaku dipermainkan oleh pihak BPJS Kesehatan dan RSUD R Soedjono Selong.

Kasus bermula saat Izwar dalam kondisi darurat dibawa ke RSUD. Namun A�pihak rumah sakit, ruang untuk pasien BPJS Kesehatan dikatakan sudah penuh. Sehingga ia diminta menggunakan ruang VIP.

a�? Dengan ketentuan membayar lebih dari jumlah yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,a�? aku Nia, putri Izwar Dadjur kepada Lombok Post.

Dalam kondisi emergency, Nia pun tak berpikir panjang untuk mengambil keputusan. Ia memilih penawaran yang disampaikan oleh pihak RSUD A�Selong. A�Karena, dari penjelasan pihak rumah sakit, jika pasien dikenai biaya Rp 5 juta. Maka, ia cukup membayar Rp 3 juta seandainya BPJS Kesehatan Selong mengklaim pembayaran Rp 2 juta.

Namun nyatanya Izwar diminta mengeluarkan biaya perawatan yang cukup tinggidan dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Sehingga keberadaan kartu BPJS Kesehatan milik pasien dinilai tidak berguna sama sekali.

a�?Padahal bapak itu pensiunan yang sudah ikut Askes selama puluhan tahun. Rasanya tidak adil saja ketika kartu ini dibutuhkan kemudian kami harus membayar biaya perawatan yang mahal,a�? ungkap Nia dengan nada sedih.

Beberapa waktu lalu, ia bahkan mengaku telah membayar Rp 5 juta untuk biaya transportasi ambulance yang mengantarkan kakaknya rujuk ke RS Sanglah Bali. Padahal, kakaknya juga diungkapkan Nia telah memiliki kartu BPJS Kesehatan.

a�?Yang ingin kami tanyakan sekarang, lalu apa manfaatnya kepesertaan BPJS Kesehatan ini kalau kami terus diperlakukan seperti ini,a�? tanyanya.

Kepala RSUD R Soedjono Selong, dr. Karsito yang coba dikonfirmasi Lombok Post memberikan penjelasan. Ia membenarkan ada pasien atas nama Izwar Dadjur yang dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Menurutnya pasien yang dirawat di ruang VIP tersebut memang harus membayar selisih biaya yang dibayar BPJS Kesehatan dan tarif rumah sakit sesuai Perda.

a�?Besar kecilnya (biaya yang dibayar, Red) tergantung selisihnya. Kalau rawat sesuai hak tidak ada seslisih biaya, tidak dibayar sedikitpun,a�? terangnya.

Sementara untuk tarif umum mobil ambulans sesuai Perda, dr. Karsito menjelaskan biayanya Rp 2,55 juta untuk rujuk ke RS Sanglah Bali. Itu sudah termasuk biaya penyeberangan dan lain-lain. a�?Kalau BPJS Ambulans, pasien juga tidak membayar,a�? jelasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka