Ketik disini

Headline Selong

Pengeruk Labuhan Haji Terancam Sanksi

Bagikan

SELONG – Pengerukan kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji molor dari waktu yang telah ditentukan. Dari Dinas PU telah menggelar pertemuan dengan pihak kotraktor Rabu (7/12) lalu dihadiri dari tim TP4D dan PPK. Dalam pertemuan tersebut, pihak kotraktor meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya mengeruk pasir kolam labuh.

a�?Kepada TP4D, konsultan pengawas, tim teknis serta peneliti kontrak, kontraktor minta perpanjangan waktu. Mereka memberikan penjelasan terhadap kendala dan kesulitan yang dihadapi,a�? kata Plt Kepala Dinas PU Lotim kepada Lombok Post, Sateriadi saat ditemui di Pelabuhan Labuhan Haji kemarin (8/12).

Saat ini, belum diputuskan apakah permohonan perpanjangan waktu ini disetujui atau tidak. Karena Sateriadi mengaku hal itu sepenuhnya menjadi keputusan tim PPK. Namun demikian ia mengaku pihak kontraktor siap menerima segala konsekuensi seandainya permohonan mereka ditolak. a�?Konsekuensinya kalau pengerjaannya melebihi batas waktu kontrak, kelebihan waktu tersebut mereka akan dikenai denda,a�? jelasnya.

Saat ini tahapan pengerukan kolam labuh telah dimulai. Dimana kapal pendukung untuk pengerukan telah mulai merakit pipa dan menyiapkan jalur agar kapal pegeruk yang berukuran lebih besar bisa masuk ke area kolam labuh. Rencananya hari ini proses pengerukan akan dilakukan.

Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Labuhan Haji, Hasibullah berharap proses pengerukan bisa segera dilakukan. Karena, jika kolam labuh sudah dikeruk dengan kedalaman 7 meter dari permuakaan air laut, ia menjelaskan aktivitas pelabuhan akan semakin meningkat. a�?Banyak kapal-kapal besar yang nanti akan bisa masuk. Misalnya kapal pengangkut semen, kapal pengangkut minyak. Karena selama ini kami tunda,a�? akunya.

Kapal dengan tonase yang lebih besar diyakininya nanti akan lebih banyak masuk melalui Pelabuhan Haji. Lebih dari itu masyarakat sekitar Labuhan Haji juga dikatakan Hasibullah akan bisa merasakan dampak ekonomi dengan meningkatnya aktivitas di pelabuhan.(ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka