Ketik disini

Headline Metropolis

Pengusaha Masih Melawan!

Bagikan

MATARAM – Dinas Tata Kota kembali memimpin tim gabungan melakukan penertiban bangunan pelanggar area publik, kemarin. Kali ini Jalan Panji Tilar yang disasar, sekurangnya ada 19 bangunan yang menyalahi aturan.

“Kami tak mau setengah-setengah,a�? tegas Kabid Pengawasan, Dinas Tata Kota Mataram Suparman.

Satu demi satu pengusaha yang sudah terdata disisir. Hasilnya, dari 19 pengusaha, hanya empat yang sudah membongkar sendiri bagian bangunannya yang menyalahi aturan. Selebihnya masih belum bergeming hingga hari H penertiban.

“Oke, sekarang sisanya 15, ayo kita datangi satu-satu,a�? seru Suparman.

Bukannya langsung memperbaiki kesalahan, hingga last minute para pelanggar masih coba berkelit. Ragam argumen dikemukakan. Mulai dari bantahan melakukan pelanggaran, hingga tidak mengetahui aturan.

“Apa ini bapak sebut melanggar, melanggar dari mana,a�? ujar salah seorang pengusaha pemilik bangunan.

Mendapat perlawanan dari para pengusaha, tim gabungan tak surut. Mereka memberi penjelasan bahkan penegasan. Pilihannya dua, jika tak ingin membongkar sendiri, maka tim yang akan melakukan pembongkaran.

“Alat berat dan personil kami sudah siap membongkar kalau bapak tak bersedia,a�? kata Suparman memberi penegasan.

Penolakan demi penolakan terus dilakukan para pengusaha pemilik bangunan yang menyerobot area publik. Hal itu sempat membuat situasi memanas di beberapa titik. Bahkan ancaman gugatan ke meja hijau juga sempat diucapkan sejumlah pelanggar.

Namun tim tetap pada ketetapan yang sudah dibuat. “Mau protes silakan, kami sudah sesuai prosedur,a�? tegas Bambang EYD, Kasi Ops Satpol PP Kota Mataram yang membawa serta puluhan anak buahnya.

Berulang kali negosiasi alot dilakukan karena jalan buntu kedua pihak. Hingga akhirnya satu demi satu pelanggar takluk juga dengan ketegasan tim gabungan. Rata-rata mereka bersedia membongkar sendiri bangunannya dengan meminta tambahan waktu beberapa hari lagi. a�?Mereka sudah tanda tangan di atas materai, itu dasar kami,a�? tegasnya.

Sebelumnya Kadis Tata Kota HL Junaidi mengatakan tak akan memberi kelonggaran apa pun. Menurutnya selama ini Pemkot Mataram sudah sangat lunak. Mereka juga sudah mengikuti aturan, dengan memberi serangkaian teguran sebelum aksi penertiban diambil. a�?Jangan cari-cari alasan lah, kalau salah ya perbaiki,a�? pintanya.

Dia juga menyoroti sejumlah pengusaha yang terus berargumen dan membandingkan kesalahannya dengan kesalahan pengusaha lain. Untuk itu, Junaidi memberi jawaban. a�?Jangan yang salah yang diikuti, ikuti aturan yang benar,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka