Ketik disini

Selong

Guru Tidak Boleh Gaptek!

Bagikan

SELONG – Kehadiran sarana teknologi informasi (I T) menunjang proses pembelajaran di sekolah. Sayangnya tidak semua guru bisa memanfaatkan IT. Ribuan guru diungkapkan Kepala Dinas Dikpora Lombok Timur (Lotim) belum lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) salah satunya akibat faktor kurang penguasaan IT.

“Lebih dari 1.000 dari sekitar 7.000 guru belum mencapai kompetensi yang diharapkan. Salah satunya yak arena faktor kurang penguasaan IT,” ungkap Lalu Suandi kepada Lombok Post.

Untuk itu, ia meminta para guru terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Khususnya dalam menghadapi perkembangan IT. Suandi menjelaskan saat ini terdapat sejumlah program dari pusat untuk memberikan kesempatan bagi para guru belajar IT.  Sehingga, ia merasa tidak ada alasan lagi bagi para guru untuk malas belajar dan mengikuti perkembangan zaman. “Siapa yang tidak siap dengan perubahan, dia akan tergulung oleh perubahan itu,” tegas Lalu Suandi.

Beberapa guru kemarin (13/12) terlihat tengah belajar menguasai IT di Laboratorim Komputer SMAN 1 Aikmel. Mereka mengaku tingkat pemahaman menggunakan teknologi khususnya sistem online cukup menyulitkan. “Terus terang kalau kami kesulitan belajar ini karena faktor usia. Agak lama kita bisa ngertinya,” aku Muntaha, guru SDN 6 Wanasaba saat mengikuti program Guru pembelajar Onlien Daring Kombinasi.

Menurut pria ini untuk memahami penggunaan teknologi informasi seperti laptop atau komputer baginya agak sulit. Sehingga, untuk belajar ia mengaku butuh waktu lebih. Namun demikian, ia mengaku akan terus belajar mengingat kemampuan di bidang IT merupakan tuntutan profesinya.

“Ya kami harus belajar. Pelan pelan Insya Allah pasti bisa,” yakinnya.

Baiq Rohani, mentor sekaligus pengawas program Guru Pembelajar mengakui saat ini masih banyak guru yang memang gagap teknologi (gaptek). Sehingga, upaya pembelajaran menggunakan IT dan sistem online harus terus digencarkan. “Ini demi meningkatkan mutu guru di Lotim,” bebernya.

Rohani mengungkapkan, kebanyakan guru yang masih kesulitan belajar IT adalah guru yang rata-rata memiliki usia lebih dari 50 tahun. Untuk itu, melalui program guru pembelajar ini para guru terus dibimbing untuk menguasai IT. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka