Ketik disini

Giri Menang

Hotel Santosa Belum Bersikap

Bagikan

GIRI MENANG – Paska lima hari disegel Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Lombok Barat, Hotel Santosa masih belum bersikap. Belum ada tanda-tanda dari pihak hotel untuk melunasi piutang pajak sebesar Rp 8 miliar lebih.

“Sampai hari ini belum ada kontak dari Santosa (Hotel Santosa),” tegas Kepala Dinas PPKD Lobar, Hj Lale Prayatni ditemui di ruang kerjanya, kemarin (13/12).

Seperti diketahui, tim gabungan PPKD Lobar turun melakukan penyegelan dan penyitaan aset Hotel Santosa, Jumat (9/12) lalu. Pihak PPKD Lobar pun memberikan waktu 14 hari untuk melunasi piutang pajak tersebut.

Hanya saja, sejauh ini pihak hotel belum memberikan jawaban pasti kapan pembayaran akan dilakukan. Namun jka dalam 14 hari masih tetap tidak dibayar, PPKD Lobar memutuskan akan menyerahkan aset sitaan seluas 76 are tersebut ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)  untuk dilelang.

Terkait pihak Hotel Santosa yang lost contac, Lale tegaskan tidak ingin berasumsi negatif.  Ia hanya berharap di sisa waktu yang ada, pihak hotel mencari solusi untuk melunasi tunggakan pajak tersebut.

Kabid Pendapatan Daerah PPKD Lobar Dedi Saputra menambahkan, pihaknya akan bersikap tegas dan konsisten terhadap semua pelaku usaha atau pun perusahaan yang nunggak pajak. Termasuk hotel berbintang seperti Hotel Santosa. Ia tak segan memberikan efek jera mencabut izin usahanya.

“Kami tidak pandang bulu, kalau perlu izinnya kita cabut,” ancamnya.

Mengenai kabar Hotel Santosa setelah penyegelan, hingga saat ini, Dedi mengaku belum mendapat kepastian kapan waktu pelunasan. Kalau pun tidak dibayar, ia berharap lahan sitaan berupa tempat parkir hotel dan lapangan tenis  tersebut bisa dikelola oleh Pemkab. “Lokasi itu bisa menjadi uang,” tukasnya.

Sementara itu, pihak Hotel Santosa melalui Manajer Keuangan I Wayan Sudiartha mengatakan, kondisi keuangan hotel yang belum stabil menyebabkan tunggakan pajak senilai Rp 8 miliar lebih hingga saat ini belum terbayarkan. Dia menyatakan terkait penyegelan itu, akan disampaikan ke Direktur dan pemilik Hotel Santosa. ”Tamu juga ada yang berhutang,” kilahnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka