Ketik disini

Giri Menang Headline

Perang Topat Satukan Dua Keyakinan

Bagikan

GIRI MENANGA�– Tradisi perang topat masyarakat Lingsar, Lombok Barat (Lobar) digelar di Pura Lingsar, kemarin (13/12). Sama seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya, perayaan tahunan ini masyarakat sekitar tetap antusias menghadiri tradisi tersebut.

Tidak hanya warga sekitar, masyarakat luar dan wisatawan pun menyempatkan hadir menyaksikan setiap rangkaian kegiatan dalam tradisi turun-temurun itu. Mulai dari sejumlah tarian perang topat, hingga acara puncak A�rarak kembang waru.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid yang hadir dalam acara itu mengatakan, menjadi tanggung jawab bersama, menjaga kelestarian tradisi yang dimulai sejak abad 16 tersebut. Kata Bupati, tradisi perang topat akan terus dipertahankan. Tidak boleh luntur oleh arus moderenisasi seperti sekarang ini.

“Perang yang biasanya identik dengan pertumpahan darah, dendam, dan nyawa melayang, justru Perang Topat ini berbeda. Ini harus dipertahankan,a�? katanya.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Lobar itu juga mengajak masyarakat yang hadir mengingat kembali awal mula tradisi tersebut. Menurutnya, itu penting agar masyarakat terus memaknai setiap perjuangan para lelulur saat mendamaikan dua keyakinan yang berbeda.

“Dari cerita, Perang Topat ini diawali oleh kedatangan orang umat Hindu di abad 16 dari Karang Asem Bali. Saat itu hendak terjadi peperangan, namun bisa dicegah oleh seorang Kyai yang akhirnya menyarankan untuk dilakukannya Perang Topat ini,” tutur Bupati.

Sebagai tradisi turun temurun, prosesi Perang Topat tetap dipusatkan di Pura Lingsar.A�Setiap pelaksanaannya, tradisi ini menjadi simbol kedamaian dan kerukunan antara dua suku agama yang berbeda yakni Hindu dan Islam.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi dalam sambutannya mengaku, setiap tahun prosesi Perang Topat itu sudah dikemas berbeda. Tapi tidak melunturkan prosesi sebenarnya. Seperti menampilkan tarian perang topat. “Ini sudah kami kemas cukup lama,a�? tuturnya.

Tak hanya itu, Ispan menyatakan, di saat kondisi negara seperti saat sekarang ini kurang kondusif, di Kecamatan Lingsar dan Lobar khususnya justru tercipta kedamaian melalui prosesi perang topat tersebut. “Ini satu-satunya perang yang membawa kedamaian,a�? kata Ispan menutup sambutannya.

Selain masyarakat sekitar, perayaan tahun ini juga dihadiri oleh wisatawan dan delegasi asal Korea Selatan. Acara berjalan meriah dan damai dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lobar. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys