Ketik disini

Metropolis

Jangan Hanya Beri Sembako Dong!

Bagikan

SELONG – Kemiskinan di NTB masih sulit ditekan. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9 persen per tahun belum memberikan efek signifikan. Tahun 2016, jumlah penduduk miskin masih 804.442 jiwa atau 16,48 persen. Hanya berkurang 0,62 persen dari tahun sebelumnya 823 886 jiwa atau 17,10 persen.

Kondisi ini tidak disangkal oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin. Meski berbagai upaya dan program sudah dilakukan, namun pergeseran angka kemiskinan masih sedikit. Tahun ini, Pemprov NTB menganggarkan Rp 1,3 triliun khusus untuk penanggulangan kemiskinan. “Tapi pergeserannya masih sangat lambat,a�? katanya di Ponpes Al Ijtihad, Al Mahsuni, Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Selasa (13/12) lalu.

Guna menekan angka kemiskinan, pada 2017 pemprov ingin mempercepat pengentasan kemiskinan. Ditargetkan hingga 2018 bisa berkurangA� sampai 2 persen. Target tersebut sulit tercapai tanpa ada kerja sama dari semua pihak, mulai dari masyarakat, pengusaha, termasuk pemerintah kabupaten/kota se-NTB.

Menurutnya, banyak faktor penyebab kemiskinan. Diantaranya, inflasi harga yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu juga masih banyak rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk itu, pemerintah akan fokus pada masalah-masalah tersebut. Seperti, menjamin kebutuhan pokok yang murah, mendorong kemandirian warga, dan membantu memperbaiki RTLH. Pemda juga akan berupaya agar semua warga dapat menikmati listrik. Dari 1,3 juta rumah tangga di NTB, baru 76 persen sudah menikmati listrik.

Amin mengajak masyarakat juga aktif, tidak sekadar menunggu bantuan dari pemerintah. Memanfaatkan potensi yang ada di lingkungannya. Misalnya, warga yang tinggal di sekitar Rinjani harus sama-sama menjaga Gunung Rinjani. Jika Rinjani tetap dijaga, maka akan banyak wisatawan yang datang dan memberi multi efek bagi perekonomian warga.

Ia menekankan kepada SKPD, agar pengentasan kemiskinan tidak hanya dengan cara memberi bantuan. Tetapi juga dengan mendorong warga mandiri.

Sementara, Sekda Lombok Timur H Rohman Farly mengatakan, di Lotim masih banyak masyarakat kurang mampu. Sehingga perlu kita tanamkan nilai-nilai kesetiakawanan dan gotong royong untuk menguranginya. Akan tetapi pengentasan kemiskinan bukan pekerjaan mudah, maka perlu ada kerja sama masyarakat, pengusaha dan pemerintah yang perlu terus digelorakan. “Dengan acara ini kita berharap bisa memberikan kontribusi dalam pengentasan kemiskinan,a�? katanya.

Kepala Disosdukcapil NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, pengentasan kemiskinan tidak lagi dengan cara hanya sekadar memberikan bantuan sembako. Tetapi lebih pada pemberdayaan. Untuk itu, tahun ini semua bantuan yang diberikan Dinsosdukcapil dalam bentuk pemberdayaan bagi masyarakat. Seperti, mengadakan pelatihan keterampilan dan memberikan bantuan modal awal agar bisa mandiri. Setelah diberikan bantuan peralatan usaha, mereka kemudian mendapat pendampingan agar bisa mengembangkan usahanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys