Ketik disini

Giri Menang Headline

Kalah, Calon Kades Menangis

Bagikan

GIRI MENANG – Dua calon kepala desa (Kades) Gili Gede, kemarin membuat heboh kantor Badan Pemberbedayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Lobar. Penyebabnya, calon bernama Abu Bakar dan Farhan tersebut menangis layaknya anak kecil dalam sebuah permainan.

Padhal, saat itu, dua calon ini didampingi puluhan pendukungnya. Mereka menuding, kekalahan mereka dalam Pilkades serentak tersebut disebabkan karena panitia desa dinilai tidak transparan. Tidak bekerja sesuai yang diamanatkan Perbup Nomor 40 Tahun 2016 tentang Pilkades.

”Jika aturannya diikuti itu tidak masalah. Kami datang kemari bukan untuk kalah atau menang. Pilkades ini harus sesuai dengan aturan,” kata calon kades Gili Gede Indah Abubakar di depan perwakilan BPMPD Lobar, Kabid Pemerintah Desa H Moh Hakam dan Kasubid Pemerintah Desa Suhamdi.

Dalam kesempatan itu Abubakar menuding, penyebab kekalahannya dalam Pilkades kemarin karena adanya pihak-pihak yang tidak mengingingkan dirinya menjadi orang nomor satu di Gili Gede Indah. Selain itu, ia menyebut panitia Pilkades setempat melanggar Perbup nomor 40 tahun 2016 tentang Pilkades.

”Biar adil, kita hitung ulang atau kalau perlu kita lakukan pemilihan ulang,” pintanya.

Yang lebih parahnya lagi, lanjut Abubakar, penghitungan suara yang seharusnya dilakukan di Tempat Penghitungan Suara (TPS), justru dilakukan penghitungan oleh panitia desa setempat. Sehingga menimbulkan indikasi hasil pilkades  direkayasa.

Karena itu, secara tegas mereka menolak hasil rekapitulasi surat suara tersebut. ”Itu sudah cacat hukum dan cacat prosedur. Masak ada sekitar 104 suara sah dibatalkan,” sesalnya

Mendengar keluhan warga Gili Gede, Kasubid Pemerintahan Desa BPMPD Lobar Suhamdi menyatakan, pihaknya akan mempelajari semua tuntutan dan masukan tersebut.

Namun terkait penghitungan suara yang dipermasalahkan, ia menegaskan sesuai Perbup nomor 40 tahun 2016, panitia desa tidak boleh merubah hasil penghitungan di TPS. ”Semua itu akan kita pelajari,” janjinya.

Sedangkan terkait penetapan calon yang sudah dilakukan, Suhamdi memastikan bahwa BPMPD Lobar tidak memiliki kewenangan sedikit pun untuk menunda penetapan. Bahkan melakukan pencoblosan ulang.

”Pak Bupati pun tidak boleh (perintah coblos ulang). Itu harus keputusan pengadilan,” pungkasnya.

Pantuan Lombok Post di lokasi, saat menyampaikan aspirasi calon Kades Gili Gede Abubakar sempat  menangis. Namun setelah mendengar penjelasan dari pihak BPMPD Lobar, mereka pun membubarkan diri dengan tertib. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka