Ketik disini

Metropolis

Pendaki “Nakal” Akan Didenda

Bagikan

MATARAM – Sekitar 1,3 ton sampah berhasil diangkut dalam aksi Clean Up Rinjani beberapa waktu lalu. Aksi yang melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah dan komunitas masyarakat ini dianggap cukup ampuh untuk membersihkan Gunung Rinjani untuk sementara waktu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB Lalu Muhammad Faozal menjelaskan, dari pintu II jumlah warga yang ikut bersih-bersih sebanyak 320 orang, Pintu Pelawangan sebanyak 240 orang, pintu Senaru 140 orang. Total sampah yang bersih diturunkan mencapai 1,3 ton. Sampah-sampah ini merupakan produksi pendaki selama tiga bulan terakhir sebelum pendakian ditutup akibat letusan Gunung Baru Jari.

Ia mengatakan, aksi bersih-bersih memang bisa menyelesaikan permasalahan dalam jangka pendek. Tetapi tidak dalam jangka panjang. Untuk itu, ke depan perlu dilakukan perbaikan manajemen pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Misalnya, dengan menerapkan sampah berbayar yang melibatkan trekking organizer (TO). Caranya dengan mendata semua sampah yang dibawa pendaki di pintu pendakian. Selain itu, juga dengan cara menempatkan petugas kebersihan yang membersihkan Rinjani secara bergantian. a�?Per kilogram sampah dikenakan denda Rp 100 ribu,a�? katanya.

Kebijakan ini akan diterapkan mulai April 2017 saat pembukaan pendakian. Kebijakan ini tinggal membutuhkan surat keputusan Kepala Balai TNGR. Dengan demikian, diharapkan masalah sampah Rinjani bisa dituntaskan. Tapi tantangannya ke depan adalah banyaknya jalur tikus pendakian. Sebab saat ini hanya ada tiga pintu pendakian resmi, sementara jalur tikusnya banyak. “Ini akan menjadi tantangan,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka