Ketik disini

Headline Politika

Dewan Jangan Diam Aja!

Bagikan

MATARAM – Hujan lebat mengguyur Kota Mataram sepekan terakhir ini. Tingginya intensitas hujan menyebabkan sebagian besar ruas jalan utama hingga permukiman warga terendam air. Bahkan sejumlah tanggul-tanggul sungai roboh karena tak kuat menahan volume air.

Melihat hal ini, masyarakat yang menjadi korban tentunya sangat berharap ada perhatian lebih. Tidak hanya dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Namun juga wakil-wakil mereka yang duduk di legislatif. a�?Dewan sampai saat ini belum ada turun,a�? kata Kepala Lurah Kebun Sari H. Muhammad Faisal usai memantau tanggul sungai Jangkuk yang roboh, kemarin (15/12).

Mereka berharap, dewan yang turun langsung melihat kondisi masyarakat tidak hanya memberikan perhatian. Melainkan bisa lebih cepat memberikan pelayanan apa yang menjadi kebutuhan konstituennya. a�?Bisa lebih cepat sampaikan hingga tingkat pemerintah,a�? katanya.

Diakui, sebelum tanggul sungai roboh, sudah ada sejumlah titik tanggul yang tanahnya amblas. Menurutnya, pihak kelurahan sudah melaporkan hal tersebut kepada dinas terkait, namun tak diindahkan.

a�?Harapan kami agar segera diperbaiki agar tidak merembet,a�? paparnya. a�?Eh sebelum diperbaiki sudah amblas, retakannya bertambah,a�? tambah Faisal.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD NTB dapil Kota Mataram H Muzihir mengatakan, sebelumnya ia sudah turun langsung melihat kondisi warga korban banjir. a�?Sudah, sudah dilihat kok,a�? katanya.

Menurutnya, Kota Mataram yang dilanda banjir bukan waktunya untuk saling tuding menyalahkan. Meski demikian perlu adanya perbaikan perencanaan ke depan. Bersama-sama menata kembali dan berkoordinasi antara pemerintah provinsi maupun kota Mataram.

a�?Jangan saling tuding, ayo kerja sama,a�? ajaknya.

Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan membenarkan, sudah bukan waktunya pejabat marah-marah saat banjir.

a�?Marah itu saat pengawasan proyek, banjir marah-marah tak selesaikan masalah,a�? ungkapnya.

Politisi PKS ini berpendapat, sudah seharusnya istilah kawasan Mataram Metro digaungkan kembali. Menurutnya, kawasan tersebut ditambah wilayah Gunungsari, Narmada, dan Labuapi belum dibahas dalam penataan kawasan secara detail. a�?Kita harap gubernur, wali kota, bupati duduk bersama bagaimana cara penanganan kota. Kota ini selain administratif juga ibukota provinsi,a�? katanya.

Johan juga menyinggung, kejadian bencana tak terduga seperti ini seharusnya dipermudah dengan bantuan dana yang disalurkan pada masyarakat. Apalagi ada dana tak terduga dalam APBD tahun 2016 sebesar Rp 5 miliar. a�?Sayangnya, selama ini sulit dicairkan ketika ada bencana,a�? pungkasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka