Ketik disini

Metropolis

Disambut Haru dan Isak Tangis Warga

Bagikan

Bayi tak berdosa itu akhirnya dimakamkan. Setelah ditemukan tanpa nyawa, sejumlah warga akhirnya berinisiatif memakamkannya. Berikut kisahnya.

***

Meski masih pagi, sekitar pukul 10.00 Wita awan mulai mendung. Akhir-akhir ini cuaca memang sering seperti itu. Namun mendung itu tak hanya awan.

Beberapa wajah warga lingkungan Bebidas Kelurahan Pagesangan pun turut mendung. Saat itu tengah berlangsung pemakaman jenazah jabang bayi yang ditemukan tersangkut di tepi sungai beberapa waktu lalu.

Diantara wajah mendung itu, terlihat hujan air mata mulai turun.A� Suara isak tangis ikut mewakili pemakaman jenazah bayi tak berdosa itu.

a�?Betapa teganya orang tua yang membuang bayi ini,a�? ujar Aminah, salah satu warga yang ikut menyaksikan pemakaman tersebut.

Bayi yang tak beridentitas tersebut tiba di lingkungan Bebidas pukul 09.30 Wita. Warga yang menemukan bayi ini menerima kedatangan jenazah tersebut dengan haru. Terlepas dari siapa orang tua bayi tersebut, ia tetaplah manusia yang berhak dimakamkan secara layak.

Saniah, 58 tahun, yang mengangkat jenazah bayi ini pertama kali dari sungai pun ikut bersedih. Pria tua ini juga tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah bayi tersebut dibawa pihak kepolisian.

a�?Kasian sekali kamu nak,a�? ujarnya melihat kearah jenazah bayi yang terbungkus kain kafan dihadapannya.

Ia menuturkan, meski bayi tersebut tak berasal dari Lingkungan Bebidas, bukan berarti ia ditelantarkan. Ia merasa kasihan sekaligus prihatin dengan kondisi bayi itu. Ia juga menyayangkan sikap orang tua yang tega membuang bayi tersebut. a�?Inilah akibat pergaulan bebas,a�? sambungnya.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa orang tua bayi malang tersebut. Sebagai orang tua yang juga memiliki anak, ia juga merasa bertanggung jawab untuk memberikan peristirahatan yang layak.

Bayi tersebut pun dimakamkan meski pemilik, identitas dan asal bayi tidak diketahui. a�?Kita harus makamkan meski nisannya tanpa nama,a�? tukasnya

Ia menduga, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap atau pergaulan bebas. Ia sangat mengecam hal ini. Sebab mengorbankan nyawa yang tidak berdosa. a�?Ini tidak boleh ditiru!a�? kecamnya.

Ia menuturkan, jenazah bayi perempuan malang ini ditemukan oleh Sarhin saat tengah asyik duduk di tepi sungai. Saat itu bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sarhin yang baru pulang dari acara maulid duduk sejenak bersama beberapa temannya.

Awalnya Sarhin mengira jenazah tersebut merupakan boneka yang hanyut. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu bukan boneka. Namun jenazah bayi yang masih lengkap dengan tali pusarnya.

Ia pun berlari mengejar jenazah bayi yang hanyut tersebut. Jenazah bayi tersebut hanyut mengikuti aliran sungai dan tersangkut di antara pohon bambu pinggi sungai. a�?Ia lalu memanggil saya untuk mengangkat bayi tersebut,a�? akunya.

Saat itu badan bayi belum membengkak. Ia memperkirakan bayi itu baru dibuang sehari sebelumnya. Hal ini kemudian dilaporkan pada kepala lingkungan Bebidas. Jenazah bayi malang itu akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

Setelah tiga hari, tepatnya kemarin. Jenazah bayi tersebut kemudian diserahkan kembali kepada pihak lingkungan untuk di makamkan. Seluruh warga menerima kedatangan jenazah tersebut dengan tangan terbuka.

Sementara lurah Pagesangan yang turut hadir dalam pemakaman tersebut memuji kebaikan hati warga lingkungan Bebidas. Mereka bersedia menerima jenazah bayi tersebut dikuburkan meski bukan berasal dari lingkungan tersebut. a�?Saya sangat mengapresiasi warga saya,a�? ujarnya.

Ia juga berencana akan segera melakukan razia dan penertiban beberapa tempat yang rawan pergaulan bebas. Hal ini untuk mencegah terulangnya hal yang sama. a�?Awal tahun saya akan lakukan razia seluruh kos-kosan dan rumah sewa lainnya,a�? tegasnya. (FERIAL AYU, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka