Ketik disini

Headline Metropolis

Kekalik Banjir, Kantor Lurah Terendam, Pelayanan Lumpuh

Bagikan

MATARAM – Banjir yang melanda Kelurahan Kekalik Jaya membuat pelayanan lumpuh total. Hal ini disebabkan sejumlah berkas dan perangkat komputer ikut terendam air banjir.

a�?CPU kita ikut terendam banjir, jadi pelayanan mati total hari ini (kemarin)a�? kata Faturahman, lurah Kekalik Jaya saat meninjau lokasi bekas banjir, kemarin (15/12).

Ia mengatakan, pelayanan kelurahan mati total hingga dua atau tiga hari ke depan. Tergantung kondisi cuaca dan curah hujan. Selain itu, ia masih mengecek kondisi perangkat yang terendam banjir. a�?Kita liat CPU itu masih bisa hidup atau tidak,a�? ujarnya.

Sebagai alternatif sementara, warga yang ingin mengurus keperluan dapat dilakukan di tempat lain. Hal ini berlaku bagi keperluan mendesak. Mereka diminta untuk menggunakan jasa rental komputer.

a�?Mereka bisa buat dan print formatnya di rental komputer untuk sementara,a�? pungkasnya.

Sementara untuk jembatan penyeberangan di sebelah timur Kekalik Jaya, ia telah berkoordinasi dengan dinas PU Kota Mataram. Ia mengusulkan agar jembatan penyebrangan tersebut dipertinggi. Sebab air yang datang lebih tinggi dari jembatan tersebut.

a�?Kondisi yang sekarang menghalangi air yang datang,a�? sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga mengusulkan untuk melakukan normalisasiA� air sungai Ancar. Semua hal yang menghalangi aliran sungai ini juga akan dibersihkan. Salah satunya keberadaan keramba ikan milik warga.

Menurutnya, keramba tersebut justru menjadi pemicu terjadinya luapan air. Sampah yang hanyut tersangkut di keramba dan menumpuk. Hal ini yang membuat aliran air terhenti hingga meluap. a�?Kedepannya akan kita evaluasi lagi keramba ini,a�? pungkasnya.

Terkait normalisasi sungai juga mendapat tanggapan dari Lurah Pagesangan I Made Gede Yasa. Kelurahannya pun ikut merasakan dampak banjir tersebut. Ia menilai kinerja instansi terkait cukup lamban. Sebab normalisasi ini telah ia ajukan sebelum musim hujan datang.

a�?Jangan cuma proyek-proyek saja yang diurus,a�? tegasnya.

Ia menuturkan, banjir yang terjadi bukan hanya karena penumpukan sampah. Namun dominan disebabkan sedimentasi di drainase dan sungai yang semakin tinggi. Akibatnya drainase dan sungai menjadi dangkal.

Ketika hujan datang, debit air tidak tertampung sehingga terjadilah banjir. a�?Kalau sekarang bisa apa? Cuma mengambil sampah yang ada. Itu percuma,a�? sambungnya.

Seharusnya, lanjut Yasa, Kepala Dinas segera melakukan normalisasi. Mereka harus segera menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimen yang ada. Terlalu banyak dampak buruk yang terjadi.

a�?Saya sayangkan hal ini. Sudah berapa kali kantor lurah kebanjiran gara-gara drainasenya tidak berfungsi,a�? tandasnya.

Sementara itu, pasca banjir hebat yang menerjang Kekalik Rabu malam hingga Kamis dini hari, kemarin, masyarakat mulai kembali beraktivitas. 500 KK yang sempat dievakuasi kini tak lagi mengungsi. a�?Semua sudah kembali ke rumah masing-masing,a�? kata Lurah Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela M Fathurrahman.

Dijelaskan, ada tiga titik terparah yang diterjang banjir kala itu, Lingkungan Kekalik Kijang, Kekalik Barat, dan Kekalik Timur.A� Saat air terus meninggi, mereka diungsikan di tiga lokasi lokasi, yakni Masjid Al Mabrur, Masjid Al Istiqomah, dan Masjib Baiturrahim. a�?Tiga masjid itu cukup tinggi, makanya malam itu warga kami kumpulkan di sana,a�? jelasnya.

Ditanya titik terparah banjir, Fathurrahman mengatakan ada di RT 4 dan RT 1 dekat bantaran sungai. Di dua lokasi itu, air bahkan ada yang mencapai ketinggian dua meter. Banjir kali ini lanjutnya merupakan banjir terburuk yang terjadi selama dirinya menjabat. Bahkan masyarakat yang puluhan tahun menetap di sana juga mengatakan tak pernah merasakan banjir seperti saat ini. a�?Jelas ini yang paling besar dan parah,a�? ujarnya.

Kantor kelurahan termasuk menjadi salah satu bangunan yang diterjang air kala itu. Pagi kemarin, sejumlah material kayu, termasuk lumpur, tanah, dan pasir tampak menumpuk di sana. Staf kelurahanpun akhirnya berjibaku mencoba membersihkan kantornya. a�?Pelayanan tetap buka, walaupun saya melayani tanpa sepatu,a�? katanya lantas terkekeh.

Di lokasi tersebut, Kadis Pertamanan HM Kemal Islam yang juga Plt Kadis Kebersihan juga tampak sibuk. Dia mengerahkan sejumlah anak buahnya untuk membersihkan sampah sisa banjir yang berserakan di seluruh sudut Kekalik. a�?Itu tolong dibereskan sisa pohon di dekat kantor SCTV di Irigasi,a�? perintahnya pada bawahan melalui HP. (fer/yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka