Ketik disini

Bima - Dompu

STR Bodong Beredar

Bagikan

BIMA – Sertifikat tanda registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan diduga banyak yang bodong. STR bodong itu muncul menyusul adanyaA� pengajuan bahan bagi pegawai tenaga tetap (PTT) daerah tahun 2016 di instansi kesehatan.

Kecurigaan itu disampaikan Ahmad Yani, salah seorang sopir ambulance. Begitu rencana pengajuan PTT muncul, tiba-tiba banyak tenaga kesehatan yang memegang STR. STR itu direkomendasikan organisasi kesehatan, baik perawat maupun bidan tanpa melalui uji kompotensi.

“Uji kompotensi biasanya dilakukan oleh kampus. STR dikeluarkan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia,” sebutnya.

Dia berharap persoalan itu disikapi secara serius pihak terkait. Jangan sampai ada bahan yang direkayasa hanya untuk memenuhi persyaratan PTT.

Sementara itu Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bima Muhamadiyah mengatakan, tidak pernah mengeluarkan STR untuk perawat. STR tidak dikeluarkan oleh organisasi.

“Organisasi hanya mengeluarkan rekomendasi sesuai syarat-syarat untuk mendapatkan STR tersebut,” jelasnya.

Untuk mendapatkan STR tersebut, kata dia, tenaga kesehatan harus lulus D3 atau ners. Mereka harus lulus ujian kompotensi untuk sertifikat kompotensi.

“Bersangkutan juga harus melunasi beberapa administrasi. Terutama diakomodir sebagai anggota organisasi PPNI,A� khusus bagi perawat,” terangnya.

Untuk mendapatkan uji kompotensi tersebut, kata dia, kewenangan tim independen berdasarkan rekomendasi dari kampus. Itupun kampusnya harus terdaftar.

“Intinya, tidak ada kewenangan kita yang mengeluarkan STR,” katanya membantah keterangan Ahmad Yani. (sya/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys