Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Syahrullah Divonis Dua Tahun Penjara

Bagikan

KOTA BIMA – Syahrullah, terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima divonis dua tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (14/12). Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) A�yang menuntut tujuh tahun enam bulan penjara.

Kasi Intel Kejari Bima Lalu Muhammad Rasydi menjelaskan, Syahrullah divonis dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta. Menurutnya, denda uang pengganti sebesar Rp 50 juta muncul berdasarkan penjelasan BPKP Mataram. Majelis hakim memvonis Syahrullah melanggar Pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidano Korupsi (Tipikor).

Dijelaskan Rasydi, JPU menuntut Syahrullah melanggar pasal 2 Ayat 1 UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman tujuh tahun enam bulan penjara. Denda sebesar Rp 200 juta. Subsider enam bulan penjara, denda Rp 651 satu juta.

“Vonis yang diberikan majelis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan kami. Atas putusan itu kami masih pikir – pikir. Apakah akan melakukan banding atau tidak,” bebernya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(16/12).

Sementara itu penasehat hukum terdakwa, Syarifuddin Lakuy menjelaskan, masih pikir – pikir terhadap vonis majelis hakim. Ia mengaku belum menentukan sikap, apakah menerima atau menolak putusan tersebut.

“Dari awal kami memang tidak sependapat dengan JPU. Karena JPU menjerat klien kami dengan pasal 2, tetapi kami perjuangkan pasal 3,” ujarnya.

Dijelaskan Syarifuddin, dalam putusan tersebut dijelaskan bahwa uang pembelian lahan dikembalikan ke pemerintah. Sementara pemerintah mengembalikan tanah yang dibeli tersebut ke pemilik asal.

“Keputusan ini sangat arif dan bijaksana. Pengembalian uang itu pun bisa dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Syahrullah tersangkut kasus korupsi pengadaan lahan pemerintah Kota Bima tahun 2013. Tanah A�yang dibeli 20,7 are dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp 685 juta. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka