Ketik disini

Giri Menang Headline

Tujuh Desa Terendam, Dua Longsor

Bagikan

GIRI MENANG – Hujan dengan intensitas tinggi Rabu (14/12) lalu di Lombok Barat membuat ratusan rumah warga dan puluhan sekolah terendam. Tidak hanya itu, ratusan KK terpaksa diungsikan. Tidak hanya itu, puluhan sekolah yang terendam pun akhirnya diliburkan.

Berdasarakan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPMPD) Lombok Barat, tujuh desa terendam banjir dan dua desa terkena tanah longsor. Desa yang terendam banjir antara lain, Desa Batulayar di empat dusun. Yakni Teloke dan Teloke Timur lebih dari 178 KK, Tanak Embet Timur 158 KK, dan Tanak Embet Barat 45 KK.

Kemudian Desa Seteluk di Dusun Karang Telage 56 KK dan Dusun Aik Genit 160 KK.A� Lalu ada Desa Jagerage Indah Kecamatan Kediri Dusun Batu Tumpeng 300 KK. Di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan Dusun PelabuA� dan Dusun Tunggu lawang yang belum diketahui jumlah KK yang terkena banjir.

Selanjutnya Desa Rumak, Dusun Rumak 25 KK, Kemudian di Desa Kuranji dan Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari belum diketahui pasti desa yang terkena dampak banjir.

Sementara dua desa yakni Badraim Kecamatan Narmada dan Desa Guntur Macam, Kecamatan Gungsari terkena tanah Longsor.

a�?Sejauh ini beberapa desa sudah disalurkan bantuan,a�? terang salah seorang anggota pengurus logistik BPMPD Lobar Maisun Gatari kepda wartawan, kemarin (15/12).

Kendati banjir dan tanah longsor tak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian akibat dua peristiwa tersebut diprediksi mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan di Desa Guntur Macan akibat tanah longsor menutup akses jalan di kawasan tersebut.

Selain Kecamatan Batulayar, banjir terparah juga terjadi di Desa Rumak. Ketinggiannya hampir mencapai 1 meter.

Menurut informasi, banjir di kawasan itu terjadi sekitar pukul 20.00 wita Rabu (14/12) lalu. Hingga kemarin genangan air belum juga surut. Sehingga mengakibatkan aktivitas warga setempat lumpuh.

Bahkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, warga di bantu Tagana Lobar mengangukut barang yang diungsikan menggunakan alat seadanya. Seperti bekas daun pintu rumah.

Salah seorang warga Dusun Rumak, H Safrudin mengatakan ketinggian genangan air di ruangan rumahnya mencapai 60 sentimeter. Sementara di luar rumah lebih tinggi, mencapai 80 sentimeter sampai 1 meter.

Karena banjir tersebut terjadi malam hari, ia dan warga sekitar pun tidak sempat selamatkan barang. a�?Kami hanya sebisa mungkin evakuasi barang-barang elektronik dan kasur,a�? katanya.

Belakang diketahui, banjir di Desa Rumak adalah yang pertama kali. Penyebabnya, saluran irigasi di kawasan setempat yang tidak berfungsi maksimal.

a�?Itu karena salurannya ada yang tertutup tanah dan juga sampah. Jadi airnya tidak bisa mengalir dengan baik,a�? imbuhnya.

Salah seorang petugas Tagana dari BPBD Lobar Lalu Agus Sirihan mengatakan, pihaknya sudah melakukan evakuasi sejak Rabu malam. Namun demikian, dia mengakui bahwa evakuasi tidak bisa dilakukan secara maksimal karena sempitnya gang di desa tersebut.

a�?Namun kami bersyukur evakuasi sudah bisa dilakukan. Ada sekitar 25 KK yang rumahnya terendam dengan ketinggian rata-rata satu meter,a�? ungkapnya.

Selain merendam rumah warga, banjir yang terjadi Rabu lalu juga merendam puluhan sekolah di Lobar. Karena alasan keselamatan siswa, Dikbud Lobar terpaksa memberi dispensasi alias libur mendadak bagi siswa yang sekolahnya terendam.

a�?Dari laporan yang kami terima, ada puluhan sekolah yang terendam,a�? terang Kepala Dikbud Lobar H Ilham.

Dari hasil pantuannya, Ilham mengaku sekolah yang terendam adalah sekolah langganan. Seperti SMP 1 Batulayar dan SDN 3 Rumak. Selain itu ada juga SMP 2 Labuapi dan SDN 2 Jaga Raga Indah.

a�?Ini kami masih menunggu laporan resmi dari Kepala Sekolah dan juga UPTD setempat,a�? ujarnya.

Karena kondisi sekolah yang terendam air, Ilham mengaku puluhan sekolah tersebut terpaksa diliburkan. Terlebih lagi, saat ini kondisi semua sekolah di semua jenjang yang tengah tidak ada aktivitas belajar mengajar.

a�?Saat ini masih menunggu pembagian raport, jadi memang tidak ada proses belajar mengajar. Kami berpikir lebih baik siswa di rumah, takunya terjadi hal yang tidak diinginkan,a�? pungkasnya.

Sementara Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid telah melakukan pemantuan di sejumlah daerah yang terkena bencana banjir. Terutama daerah yang warganya dilakukan dievakuasi.

Bupati disela-sela pantuannya di Desa Rumak, mengatakan untuk membantu masyarakat yang terkena banji, ia sudah meminta kepada semua SKPD di lingkup Pemkab Lobar untuk menyumbang uang pribadi. Guna membantu masyarakat yang terkena bencana.

a�?Sekarang bantuan sudah stand by di kantor, akan segera dibagikan tergantung permintaan dan kebutuhan,a�? tandasnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka