Ketik disini

Tanjung

Awas, DB Masih Mengintai!

Bagikan

TANJUNG – Sepanjang tahun 2016, Dinas Kesehatan Lombok Utara mencatat 233 orang di Lombok Utara positif demam berdarah (DB). Dari jumlah tersebut satu orang meninggal dunia.

a�?Ini data hingga November. Untuk yang meninggal ini terjadi di bulan Agustus lalu. Korban berasal dari Dusun Lekok, Kecamatan Gangga,a�? ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara Suhardi, kemarin (16/12).

Dijelaskan, selama periode Januari hingga November 2016 tersebut secara keseluruhan ada 453 kasus termasuk suspect demam berdarah. Pada tahun sebelumnya di periode bulan yang sama tercatat ada 110 orang yang positif demam berdarah.

Dari data Dinas Kesehatan, Pemenang menjadi wilayah yang paling tinggi tingkat masyarakat yang dinyatakan positif demam berdarah yakni mencapai 111 orang. a�?Ini termasuk data dari Puskesmas Nipah sebanyak 39 orang,a�? ungkapnya.

Sementara itu, untuk Tanjung sebanyak 43 orang, Gangga 58 orang, Bayan13 orang, Senaru satu orang, Kayangan dua orang, dan Santong lima orang. a�?Pasiennya merata baik dewasa maupun anak-anak ada,a�? tegasnya.

Menurut Suhardi, penyebaran demam berdarah ini disebabkan beberapa faktor. Seperti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan mobilitas yang tinggi. Beberapa kali Dinas Kesehatan turun ke lapangan saat ada pasien positif demam berdarah. A�Lingkungan di sekitar rumah memang tidak bersih karena banyak barang bekas yang ditumpuk sehingga menjadi sarang tempat jentik nyamuk.

Selain itu, demam berdarah disebabkan juga mobilitas yang tinggi. Bisa saja masyarakat Lombok Utara tidak terkena di lingkungan tempat tinggalnya, melainkan saat mengunjungi daerah lain. Sebagai daerah wisata Pemenang memang rentan demam berdarah karena lebih banyak didatangi orang dari daerah lain.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan sudah melakukan berbagai macam langkah. Seperti sosialisasi, fogging, dan pembagian abate ke Puskesmas untuk disalurkan kembali ke masyarakat.

Sementara itu, untuk malaria Dinas Kesehatan mencatat ada kasus selama 2016 periode Januari hingga November. Sedangkan pada tahun 2015 tercatat 106 kasus. a�?Selama tiga tahun selalu menurun,a�? katanya.

Intervensi yang dilakukan Dinas Kesehatan antara lain pemantauan jentik di lagoon, penyemprotan, dan memberikan bantuan kelambu kepada masyarakat di daerah endemis. a�?Yang paling rawan di Kecamatan Bayan. Berbeda dengan demam berdarah, wilayah penyebaran malaria ini lebih banyak di rawa-rawa,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka