Ketik disini

Giri Menang

Ayo Petani, Ikut Asuransi !

Bagikan

GIRI MENANG – Mulai tahun ini, petani padi di Lombok Barat (Lobar) tidak perlu khawatir jika gagal panen. Pasalnya, Dinas Pertanian Peternakan dan PerkebunanA�(Pertanakbun) setempat telah meluncurkan program asuransi khusus untuk petani. Sayang, program ini, belum maksimal dimanfaatkan oleh para petani.

Kepala Dinas Pertanakbun Lobar ChairulA�Bakhtiar menjelaskan, saat ini lahan pertanian yang telah diasuransikan baru mencapai 1.104 hektare, dari luas lahan padi di Lobar mencapai 17.318 hektare.

a�?Belum semua, karena tahun ini baru mulai,a�? kilah Bakhtiar yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin (16/12).

Seiring minimnya petani yang ikut asuransi, sosisalisasi gencar dilakukan. Bahkan Bahktiar mengaku, tahun depan, tidak hanya petani padi, asuransi juga menyasar peternak.

a�?Akhir tahun ini sudah kita mulai asuransi peternak,a�? katanya.

Program ini, lanjut Bakhtiar, jelas menguntungkan petani. Sebab program tersebut diluncurkan oleh pemerintah pusat untuk memproteksi para petani, khususnya mengantisipasi kerugian saat gagal panen.

Seperti yang terjadi di Lobar saat ini, banyak petani padi gagal panen akibat banjir. Bakhtiar memastikan, petani yang sudah terdaftar akan mendapat ganti rugi.

a�?Ini menjadi tugas kami, agar mampu memberikan perlindungan kepada petani,a�? ungkapnya.

Untuk program tersebut, pemerintah bekerja sama dengan perusahaan asuransi PT Jasindo. Petani peserta asuransi hanya membayar premi senilai Rp 7 ribu perhektare dalam satu musim tanam.

Jika terjadi gagal panen, petani yang bersangkutan akan mendapat ganti rugi jutaan rupiah. Hingga saat ini, Dinas Pertnakbun Lobar mencatat, petani yang sudah ikut asuransi tersebar di tujuh kecamatan. Seperti Gerung, Lembar, Narmada, Lingsar hingga Kediri. Tiga kecamatan lagi masih dalam proses.

Sementara dikonfirmasi mengenai gagal panen petani jagung di Lobar akhir-akhir ini, Bakhtiar mengakui. Namun disebutkan sejak Maret lalu, pihaknya sudah memperingatkan agar para petani tidak menanam jagung, dan beralih ke padi. Hal tersebut sudah disosialisasikan untuk menghindari dampak lalina.

a�?Sebenarnya sudah kita peringatkan. Tapi karena alasan sudah biasa, akhirnya banyak yang memilih menanam jagung,a�? pungkasnya. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka