Ketik disini

Headline Sportivo

PBSI Merasa Dicuekin Pemerintah

Bagikan

MATARAM – Prestasi atlet bulu tangkis NTB belum membanggakan di tingkat nasional. Pada Pra-PON Remaja pebulu tangkis NTB gagal lolos.

Ditambah lagi, atlet bulu tangkis juniornya tak bisa berbuat banyak pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.A�Kendati demikian, bukan berarti mereka harus dipandang sebelah mata. Mereka harus tetap diberikan suport demi kemajuan dan berprestasinya di tingkat nasional. a�?Pemerintah ini lihatnya dari medali. Yang tidak mendapatkan medali tidak dilihat,a�? kritik Ketua Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) H Junaidin Yaman kepadaA�Lombok Post, kemarin (16/12).

Menurutnya, persaingan bulu tangkis pada level nasional sangat ketat. Terutama jika bersaing dengan pebulu tangkis asal Pulau Jawa. a�?Kita selalu kandas jika bertemu dengan pebulu tangkis asal Jawa,a�? bebernya.

Pembinaan atlet di NTB dengan provinsi yang ada di Pulau Jawa jauh berbeda.A� Di Pulau Jawa pembinaan melibatkan pemerintah dan stakeholder. a�?Kalau kita disini hanya mengandalkan diri sendiri saja,a�? keluhnya.

Tak hanya itu, atlet yang dibina klub-klub berani membayar hingga Rp 6 juta. Dengan begitu, klub-klub yang melakukan pembinaan bisa bertahan. a�?Kalau di sini mau bayar Rp 200 ribu saja susah,a�? keluhnya lagi.

Tidak hanya itu, di Pulau Jawa rajin menggelar kompetisi. Hampir setiap bulannya mereka melaksanakan pertandingan antar klub. a�?Semakin banyak kompetisi, pembinaan atlet juga akan semakin bagus,a�? jelasnya.

Kendati belum maksimal, Pengprov PBSI NTB tetap melakukan pembinaan terhadap atlet. Pembinaan itu juga dilakukan beberapa klub bulu tangkis.

Sementara untuk menjalankan kompetisi, PBSI NTB melibatkan semua klub. Kompetisi itu dijadikan sebagai ajang untuk mengukur kemampuan atlet binaan. a�?Kita sama-sama urunan untuk mengadakan kompetisi,a�? pungkasnya. (arl/r10)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka