Ketik disini

Sumbawa

Sumbawa Belum a�?Ikhlasa�?

Bagikan

SUMBAWA – Polemik lokasi pembangunan smelterA� belum juga usai. Walaupun Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin sudah menjelaskan jika penentuan lokasi rekomendasi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kabupaten Sumbawa belum mau menerima. Lokasi yang ditetapkan di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum final.

Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata berharap pemerintah daerah bisa melakukan pembicaraan ulang terkait dengan posisi pembangunan smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Menurut Budi, pemerintah daerah harus terus proaktif berkoordinasi dan berkomunikasi. Baik dengan pemerintah provinsi, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maupun dengan pihak perusahaan yang akan membangun smelter.

“Tentu kita harus sedikit ngotot. Smelter ini harus dibangun di tempat yang strategis dan yang paling penting melalui kajian yang mendalam,a��a�� katanya.

Menurut Budi, lokasi pembangunan smelter itu bisa saja berubah. Apalagi informasi penentuan lokasi itu baru sepihak dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat. Secara langsung, kata Budi, dia belum mendapat informasi tempat pembangunannya.

a�?Tapi yang jelas kami akan tidak setuju bila smelter dibangun di luar Kabupaten Sumbawa,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Di bagian lain pihak PT AMNT juga diminta untuk berpikir realistis dan penuh pertimbangan serta bijak sebelum memutuskan tempat pembangunan smelter ini. Misalnya dengan melihat potensi yang ada. Kabupaten Sumbawa, kata Budi, memiliki nilai tawar yang besar. Karena dipastikan potensiA� Kabupaten Sumbawa jauh lebih besar dibandingkan dengan KSB.

Potensi tambang emas dan tembaga di Kabupaten Sumbawa belum tersentuh. Berbeda dengan lokasi di Batu Hijau KSB yang sudah lama dieksplotasi. MenurutA� Budi, usia tambang di KSB tinggal 10 tahun lagi. Sementara yang berada di Sumbawa baru akan dimulai.

“Pihak perusahaan harus lebih bijak. Saya pikir kalau tidak ada komunikasi seperti ini, tentu kami sangat keberatan,” katanya. (aen/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka