Ketik disini

Bima - Dompu

Sungai Jadi Penampungan Sampah Warga Kota Bima

Bagikan

KOTA BIMA – Tumpukan sampah di kolong jembatan Dam Raba Salo, Kelurahan Penaraga kembali menumpuk. Gundukan sampah tersebut terbawa arus air kemudian mengendap di tiang jembatan setempat.

Keberadaan sampah ini jelas menjadi ancaman saat musim hujan seperti saat ini. Sampah itu akan menghambat aliran sungai dan mengakibatkan banjir.

Mengantisipasi banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima bersama Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) membersihkan sampah tersebut. Pengangkatan sampah di lokasi telah berjalan selama dua hari.

Kepala BPBD Kota Bima H Sarafuddin mengatakan, pembersihan sampah yang menumpuk tersebut bukan perkara mudah. Sebab sampah yang sudah berubah menyadi sedimen tersebut sulit untuk digali.

“Cukup susah mengakut sampah-sampah ini karena sudah mengeras dan di dalamnya.Terdapat banyak batang bambu sehinga sulit diurai,” ujarnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group),kemarin(16/12).

Untuk membersihkan sampah tersebut lanjutnya, dipergunakan alat manual seperti parang, tembilang, dan tali. Kemudian untuk mengurai sampah disemprot dengan air teknan tinggi dari mobil pemadam kebakaran.

“Kamis lalu kami dibantu mobil derek Dinas Pekerjaan Umum. Tapi hari ini kami benar-benar kerja manual,” katanya saat ditemui di jembatan setempat.

Kendati mengunakan alat manual, Sarafuddin mengaku sampah sudah mulai berkurang. Air juga sudah mulai mengalir.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sampah yang tersangkut di tiang jembatan ini memang sudah berkurang. Gundukan sampah tersebut diangkat keatas jembatan menggunakan tali.

Tim pembersih sungai ini dibagi dalam dua kelompok, kelompok satu bertugas membersihkan sampah di tiang jembatan. Kemudian kelompok dua bertugas menarik sampah dengan tali kemudian memasukan dalam truk sampah.

Sampah yang berhasil dibuang dua hari terkahir sekitar lima truk. Sampah-sampah tersebut langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka