Ketik disini

Metropolis

Tidak Yakin Tuntas Sebelum Akhir Tahun

Bagikan

MATARAM a�� Serapan anggaran tiga SKPD di lingkup Pemerintah Kota Mataram masih lambat. Padahal, waktu yang tersisa tinggal menghitung hari. Sesuai kontrak kerja yang disampaikan APP, masa berakhirnya kontrak variatif.

a�?Ada yang berakhir tanggal 30 dan 31 Desember ini,a�? kata Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram Moh Suryadi.

Masih rendahnya serapan ini cukup membuat resah semua pihak. Penambahan jumlah pekerja seperti yang dilakukan di proyek Dinas Kesehatan memang menunjukan progres tinggi. Namun karena keputusan diambil lambat, ada kemungkinan penyelesaian pembangunan lewat dari perjanjian.

a�?Kita masih tetap berharap bisa tuntas tepat waktu, meski peluangnya kecil,a�? harapnya.

Tahun ini, Dinas Kesehatan mengelola anggaran mencapai Rp 114,489 miliar. Tiga proyek yang masih lambat progresnya antara lain pembangunan Puskesmas Tanjung Karang, dan Puskesmas Pagesangan serta pembangunan gedung farmasi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar) Kota Mataram, serapan anggaran nya pun tergolong memble. Realisasinya hanya baru mencapai 65,03 persen, dari anggaran yang dikelola sebesar Rp 8,793 miliar.

a�?Atau terserap baru sekitar Rp 5,71 miliar,a�? ulasnya.

Pada dasarnya lanjut Suryadi, serapan anggaran Disbudpar bisa lebih tinggi. Jika, pencairan pembayaran atau Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah diproses dan dilaporkan ke APP.

Sedangkan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga mengelola anggaran sebesar, Rp 11,102 miliar. Namun baru teserap Rp 7,273 miliar. jika diporsentasekan, maka kisarannya 65,51 persen.

Secara keseluruhan, serapan anggaran di Kota Mataram baru terealiasi Rp 999 miliar lebih. Dari total belanja tahun ini yakni Rp 1,421 triliun. Anggaran ini menyasar semua sektor pembangunan daerah.

a�?Kalau dipersentasekan hingga akhir November, realisasi mencapai 81,73 persen fisik dan 70,36 keuangan,a�? tandasnya.

Sebelumnya berulang kali Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Usman Hadi mengungkapkan pihaknya khawatir proyek tidak selesai sampai akhir tahun. Padahal pihaknya punya kepentingan, terutama untuk memastikan puskesmas beroperasi normal. Mengingat saat ini musim penghujan sudah mulai tiba.

a�?Ada pancaroba, dimana DBD, ISPA dan beberapa penyakit lain bisa mewabah. Semua harus kita waspadai,a�? terangnya. Mau tidak mau harus diakui, pelayanan kesehatan jadi ketar-ketir karena kondisi perbaikan fasilitas masih dalam proses. a�?Ya was-was selalu ada,a�? tutupnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka