Ketik disini

Kriminal

Warga Luar NTB Caplok Hutan Sekaroh

Bagikan

MATARAM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) segera melayangkan panggilan ketiga, terhadap Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan pada Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Istanto. Pemanggilan ini, terkait penyelidikan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan di Hutan Lindung Sekaroh, Jerowaru Lotim.

Kasi Pidsus Kejari Lotim Iwan Gustiawan mengatakan, mengaku telah melayangkan panggilan sebanyak dua kali. Dimana, saat pemanggilan pertama dengan jadwal klarifikasi di Jumat (9/12), yang bersangkutan tidak hadir.

a�?Hari ini (kemarin, Red), sebenarnya jadwal yang kedua, tapi yang bersangkutan telah mengkonfirmasi tidak bisa hadir karena ada kegiatan,a�? kata Iwan, kemarin (16/12).

Karena itu dalam panggilan ketiga Istanto diharap bisa hadir Jumat (23/12) pekan depan. Iwan menjelaskan, pihaknya menargetkan di Desember ini untuk bisa menyelesaikan pemeriksaan saksi. Karena itu, penyidik terus mengupayakan untuk menghadirkan pemilik SHM ilegal yang berada di Hutan Sekaroh.

Hanya saja, upaya tersebut sedikit terkendala. Sebab, terdapat indikasi pemilik sertifikat banyak yang berasal dari Luar NTB.

a�?Tapi kita akan kejar terus, jadi bisa tuntas bulan ini. Pemilik sertifikat yang diluar NTB juga telah mengonfirmasi akan hadir dalam waktu dekat ini,a�? bebernya.

Selain persoalan pemilik dari luar NTB, penyidik juga dihadapkan pada upaya penyelesaian perhitungan kerugian negara. Meski telah meminta tim Litbang dan Inovasi Kementerian LHK, namun hingga kini A�belum ada tanda-tanda mereka akan turun lapangan.

Padahal, turunnya tim tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu jaksa dalam penuntasan kasus. a�?Sampai sekarang belum ada konfirmasi kapan akan turun, tapi kita tunggu saja,a�? tandasnya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka