Ketik disini

Metropolis

Inspektorat, Periksa Hutan Kota!

Bagikan

MATARAM a�� Banjir yang menerjang Sabtu (10/12) lalu berdampak hebat pada kerusakan banyak infrastukur. Bahkan sejumlah proyek ikut dilumat. Salah satunya adalah proyek hutan kota yang dikelola Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram.

Hutan kota yang terletak di kawasan Babakan ini telah ditanami 854 batang pohon. Terdiri atas 15 jenis tanaman, ikut porak-poranda. Sekitar 3o persen lebih tunas pohon ikut hanyut.

a�?Jangan terlalu cepat menjustifikasi (itu force majeure atau bukan),a�? kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram H Makbul Maksum.

Makbul berjanji tetap akan mengawasi proses pelaksanaan proyek. Meski sudah ada klaim dari BLH yang menyebut kejadian itu masuk dalam peristiwa force majeure (kejadian alam, Red). Sebab tidak menutup kemungkinan ada persoalan substantif lain. Sehingga, dampak kerusakannya cukup parah.

a�?Itu kualitas pengerjaanya bagaimana. (Apa saja) upaya kontraktor mengantisipasi kejadian kerusakan yang diakibatkan (ancaman) oleh faktor alam,a�? imbuhnya.

Pengawasan seperti ini sudah jadi standar penilaian. Inspektorat tetap akan mengecek kembali prosedur pelaksanaan proyek, apakah sudah sesuai dengan isi perjanjian secara mendalam dan menyeluruh. Jika semua prosedur dijalankan sesuai ketentuan, baru peristiwa force majeure, bisa jadi alasan untuk memutus kontrak.

a�?Kita tidak boleh terburu-buru memutuskan,a�? tegasnya kembali.

Dalam waktu dekat ia akan kembali menjalin komunikasi dengan BLH. Meminta keterangan atas rusaknya sekitar 30 persen lahan hutan kota. Untuk diketahui, dari data online LPSE Kota Mataram, pagu hutan kota, masuk jadi satu dengan embung. Dengan nama proyek Embung dan Hutan Kota Mataram.

Proyek ini pagunya mencapai Rp 1,926 miliar lebih. Dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 1,924 miliar lebih. Anggaran sepenuhnya dari APBD tahun 2016. Telah diikuti oleh 51 perusahaan pelaksana. Proyek dimenangkan oleh CV Rangga Jaya Sentosa. Dengan nilai proyek yakni Rp 1,453 miliar lebih.

Sebelumnya, BLH Kota Mataram membenarkan ada kerusakan proyek hutan kota akibat banjir yang menerjang kota beberapa waktu lalu.

a�?Sekitar 30 persen lebih, (tunas) pohon ikut hanyut,a�? kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Mataram M Saleh.

Pasca kerusakan tersebut, Saleh mengaku langsung menggelar pertemuan dengan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4D). Membahas dampak kerusakan yang terjadi. Juga mengundang pihak pelaksana untuk memberi keterangan.

a�?Jadi kemarin sudah rapat dengan TP4D. Di sana ada melibatkan kejaksaan dan Inspektorat. Dan itu sudah pasti force majeure,a�? tegasnya.

Ia mengatakan proses saat ini, dalam langkah upaya putus kontrak antara pelaksana dengan BLH. Mengingat kejadian saat ini sepenuhnya, di luar kekuasaan. Ambruknya talud Sungai Babakan yang pernah dibangun BPBD Provinsi NTB beberapa waktu lalu, tidak bisa membentengi tanaman dari terjangan banjir.

a�?Pak wali juga sudah keluarkan surat tanggap bencana. Di antaranya seperti di Kelurahan Babakan patut diwaspadai,a�? jelasnya.

Sebenarnya, Provesional Hand Over (PHO) atau serah terima proyek dilaksanakan pada tanggal 15 Desember. Hanya saja, banjir terjadi sebelum tanggal itu, sehingga serah terima belum bisa dilaksanakan.

a�?Selain pohon ada juga pagar BRC yang rusak,a�? terangnya.

Dalam pantauan Lombok Post, meski tak hanyut beberapa batang tunas pohon terlihat mati. Saleh mengatakan itu masuk dalam tanggung jawab pelaksana. Sebab saat ini statusnya masih tahap pemeliharaan. Hanya saja, ia mengatakan adanya kemungkinan tetap membayar penuh sesuai isi perjanjian.

a�?Iya sekali lagi karena ini faktor alam yang tidak bisa diprediksi,a�?tegasnya.

Ke depan di kawasan hutan kota yang nantinya juga akan dibangun menjadi embung itu akan ada juga intervensi dari BWS. Di antaranya pembangunan talud. Dengan demikian itu bisa mengurangi beban keuangan pemerintah kota. Sehingga siap mengendalikan luapan air jika terjadi debit air sungai kembali besar.A� (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka