Ketik disini

Pendidikan

PGRI Dukung Moratorium Unas

Bagikan

MATARAM – PGRI NTB mendukung wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan melakukan moratorium ujian nasional (Unas) 2017 mendatang. Alasannya, karena selama ini guru saja yang disalahkan terkait hasil evaluasi tahunan tersebut jika kualitasnya rendah. a�?Kalau nilai Unas siswa jelek pasti guru yang disalahkan,a�? kata Ketua PGRI NTB H Ali Rahim, kemarin (18/12).

Meski demikian kata Ali, guru jangan kendor dalam mempersiapkan siswa melaksanakan Kegatan Belajar mengejar (KBM). Unas tidak lagi sebagai penentu kelulusan. Melainkan hanya sebagai pemetaan mutu. a�?Unas ini juga tidak bisa kita jadikan evaluasi mutu. Pada Unas siswa hanya melingkari jawaban yang dianggapnya benar,a�? imbuh pria asal Bima ini.

Ia menilai, Unas selama ini hanya pemborosan anggaran APBN saja. Sekitar Rp 500 miliar dihabiskan untuk Unas. Jika ini dimoratorium maka akan anggaran Unas bisa dialihkan untuk yang lain. Seperti peningkatan fasilitas pendidikan di daerah. a�?Selain itu bisa dijadikan sebagai peningkatan kualitas guru,a�? ucapnya.

Ali mengatakan, saat ini fasilitas pendidikan di daerah berbeda-beda. Lihat saja sarana prasarana pendidikan di NTB dengan daerah kota besar bebeda. Fasilitas di sekolah tidak merata dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan. Nah, jika anggaran Unas ini dialihkan untuk meningkatkan sarana prsarana pendidikan di daerah maka ia sangat setuju. a�?Anggaran Unas bisa dimanfaatkan untuk membangun laboratorium, membeli buku, dan sebagainya dalam meningkatkan mutu pendidikan,a�? ujarnya.

Saat ini lanjut Ali, delapan standar pendidikan di setiap sekolah tidak merata. Ia mengklaim hanya sekolah di jantung kota saja yang memenuhi delapan standar tersebut. Sementara sekolah dipinggiran belum tentu memenuhinya. a�?Banyak sekolah di NTB ini tidak memenuhi delapan standar pendidikan,a�? urainya.

Ia menegaskan, pemetaan mutu pendidikan tidak hanya melalui Unas, namun juga bisa dilakukan melalui metode-metode yang lain yang dilakukan secara berkala.

Selain itu,A� Ali juga mengkritik Uji Komptensi Guru (UKG) yang diadakan tiap tahun. Mestinya, UKG ini tidak dilaksanakan tiap tahun. Guru yang kemampuan rendah dalam melaksanakan KBM mestinya diberikan pembinaan. Mereka (guru) diberikan pembinaan agar kualitasnya meningkat. a�?Tidak melalui UKG yang mengeluarkan anggaran APBN yang cukup besar,a�? cetusnya.

Ia menambahkan, meski Unas ditiadakan ia berharap motivasi guru dalam menyiapkan siswa dalam KBM tidak kendor. Karena bagaimanapun kemampuan guru ini akan dilihat dari hasil di satuan pendidikan itu sendiri. a�?Saya yakin guru sudah mempersiapkan diri pada setiap evaluasi siswa,a�? pungkasnya. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka