Ketik disini

Headline Metropolis

Badai Belum Berlalu!

Bagikan

MATARAM – Badai belum berlalu! Kalimat itu agaknya cocok disematkan pada Mataram yang tengah menghadapi cuaca tak menentu.

Belum usai potensi banjir akibat curah hujan tinggi yang terus terjadi, kini ancaman angin kencang juga menghampiri. a�?Beberapa hari terakhir kecepatan angin meningkat,a�? kata Analis BMKG BIL Devi Ardiansyah, kemarin(19/12).

Kepada Lombok Post, ia menjelaskan ada sejumlah pusat tekanan rendah di sekitar wilayah NTB. Selat Jawa, Bali, dan utara Australia memicu pergerakan angin yang cukup kencang.

Karena itu, masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaannya, dan berhati-hati ketika angin kencang sedang terjadi.

“Tiga hari kedepan masih akan terus terjadi, selanjutnya kita harus lihat lagi prediksinya,a�? katanya.

Peningkatan kecepatan pergerakan angin jelas berpengaruh pada sejumlah hal. Salah satunya potensi pohon tumbang.

Terkait hal tersebut, Kabid RTH Dinas Pertamanan Kota Mataram Nanang Edward mengatakan, pihaknya terus berkeliling dengan membentuk sejumlah tim. Mereka mengawasi pohon-pohon pelindung yang ada. Jika dianggap mengkhawatirkan, pemangkasan bahkan penebangan dilakukan saat itu juga.

a�?Setiap hari kita keliling dengan peralatan lengkap,a�? ujarnya.

Saat banjir hebat menerjang Mataram beberapa hari lalu, bahkan tercatat lima pohon berukuran besar tumbang di sejumlah lokasi. Hal itu tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah. a�?Tim kami juga terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait,a�? kata Kepala BPBD Kota Mataram Dedy Supriady.

Hal lain yang juga harus diantisipasi terkait potensi angin adalah gelombang tinggi yang bisa saja menyulitkan para nelayan.

Pagi kemarin, pantauan koran ini di Pantai Ampenan menunjukkan hal tersebut. Angin kencang memicu ombak yang sangat menyulitkan para nelayan. Mereka yang umumnya menggunakan perahu-perahu kecil tak kepayahan menerobos ombak yang membesar.

“Ombak memang mulai meninggi, kami sudah mulai merasakannya,a�? kata Kaling Melayu Timur, Ampenan Tengah, L Amril. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka