Ketik disini

Metropolis

Parah, Kasus DBD Naik 100 Persen

Bagikan

MATARAM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di NTB semakin parah. Korban meninggal terus berjatuhan. Hingga Desember ini ada 8 orang meninggal akibat DBD. Sedangkan hingga November sudah mencapai 2.903 kasus warga terkena DBD. Jumlah ini meningkat 100 lebih dari tahun 2015 yang hanya 1.400 lebih kasus dengan kematian 3-4 orang.

Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan, tingginya angka kematian akibat DBD menjadi perhatian serius pemerintah.A� Kasus ini merata di seluruh NTB, tapi terbanyak di Lombok Timur.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus DBD tahun ini lebih parah dari sebelumnya. Pertama, karena jenis virus dengue yang berkembang adalah virus jenis DEN-II yang sangat berbahaya dan ganas. Sehingga sangat berpotensi menyebabkan kematian.

Eka menjelaskan, virus dengue penyebab demam berdarah ada empat jenis yakni DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Tahun sebelumnya yang banyak berkembang adalah DEN-1 dan DEN-3 yang sifatnya tidak terlalu ganas, sementara DEN-2 dikenal cukup ganas dan mematikan. a�?Sementara jenis keempat jarang muncul di kita,a�? jelasnya.

Perkembangan virus dengue ini dipicu faktor lingkungan yang tidak bersih, serta anomali cuaca yang tidak menentu. Di mana sepanjang tahun musim hujan dan musim panas sulit diprediksi, kadang hujan dan tidak. Kondisi ini menjadi iklim yang membuat nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak dengan cepat.

Selain itu, juga ada faktor teknis penanganan. Di mana petugas rumah sakit tidak segera memberikan informasi kepada petugas di lapangan, bahwa warga dari kampung tertentu sudah terkena. Sehingga terjadi mis komunikasi antara penanganan di lapangan dan di rumah sakit. Misalnya saat ini seorang pasien dari Lombok Timur bisa berbobat ke Mataram, ketika dirawat petugas rumah sakit di Mataram tidak segera memberikan informasi kampung asal korban terkena DBD. Untuk itu, ia berharap terjalin kerja sama yang baik antar semua pihak sehingga penanganan lebih cepat.

Sementara bagi pasien yang terlanjur terkena DBD, ia menganjurkan banyak minum air agar dampak virus bisa diredam dan tidak sampai menyebabkan kematian. Karena selain berobat, minum air bisa menjadi salah satu cara agar bisa segera sembuh.

Untuk mencegah semakin banyaknya korban DBD, ia menyerukan untuk menghidupkan gerakan 3M di rumah masing-masing, serta gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Hal ini harus dilakukan di rumah masing-masing secara rutin. Sebab siklus nyamuk Aedes Aegypti berkembang dalam seminggu. SementaraA� fogging menurutnya hanya salah satu cara membasmi nyamuk, tapi bukan solusi permanen. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka