Ketik disini

Metropolis

Tender Proyek Harus Lebih Cepat!

Bagikan

MATARAM – Pemerintah daerah diminta lebih gesit dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan. Kementerian Keuangan melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJP) NTB Taukhid mengimbau kepada semua lembaga pemerintah untuk memulai proses lelang proyek 2017 sejak bulan Desember ini. Sebab sejak Undang-Undang APBN 2017 sudah disahkan lelang sebenarnya sudah bisa dimulai. a�?Terutama untuk proyek infrastruktur dan pengadaan barang jasa skala besar,a�? kata Taukhid dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017 kepada pemda se-NTB dan lembaga pemerintah lainnya di ) di Gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, kemarin (19/12).

Meski proses lelang dilakukan 2016, tapi penandatanganan kontrak tetap dilakukan tahun depan. Dengan demikian berbagai kegiatan pembangunan sudah mulai efektif berjalan paling lambat pekan kedua Januari 2017. Meski demikian, pada praktiknya pemerintah daerah selalu menunda proses lelang dan melaksanakannya di pertengahan tahun, bahkan di akhir tahun. Hal ini membuat banyak pekerjaan dikebut pada akhir tahun, bahkan ada yang batal dilaksanakan. Terkait hal ini, Taukhid mengaku pihaknya siap membantu pemda bila merasa kesulitan dalam menjalankan lelang lebih awal.

Dalam DIPA 2017, total dana transfer daerah dan dana desa untuk NTB sebesar Rp 15,2 triliun yang diperuntukkan bagi 11 pemerintah daerah. Di mana dana ini dikelompokkan menjadi dua yakni pertama, Dana Transfer ke Daerah (DTD) sebesar Rp 14,3 triliun. Meliputi dana perimbangan Rp 14,1 triliun dan dana insentif sebesar Rp 254 miliar lebih. Kedua, Dana Desa (DD) sebesar Rp 865 miliar, naik dari tahun lalu hanya Rp 677 miliar.

Taukhid menjelaskan, secara nasional dana transfer daerah di 2017 berkurang sebesar Rp 24,4 triliun dan hanya menjadi Rp 704,9 triliun. Hal ini disebabkan komitmen pemerintah pusat yang ingin tetap menaikkan porsi untuk dana desa dari Rp 46,9 triliun menjadi Rp 60 triliun secara nasional. Semakin besarnya dana desa ini sebagai bentuk desentralisasi fiskal harus ditunjang dengan peningkatan SDM agar good goverment dapat terselenggara dengan baik.

A�Secara keseluruhan, dari Rp 2.080,5 triliun total alokasi belanja negara tahun 2017, yang tersalurkan ke NTB sebesar Rp 55,21 triliun, terdiri dari Rp 7,26 triliun untuk belanja satuan kerja vertikal kementerian yang ada di NTB, dan Rp 15,2 triliun dana transfer daerah. Masing-masing Rp 3,4 triliunA� untuk Provinsi NTB, KabupatenA� Bima Rp 1,4 triliun, Kabupaten Dompu Rp 863 miliar, Lombok Barat Rp 1,2 triliun, Lombok Tengah Rp 1,5 triliun, Lombok Timur Rp 1,9 triliun, Sumbawa Rp 1,3 triliun, Kota Mataram Rp 958 miliar, Kota Bima Rp 699 miliar,A� Sumbawa Barat Rp 962 miliar, dan Lombok Utara Rp 667 miliar.

DIPA 2017 ini diterima bupati, wali kota atau pejabat yang mewakili masing-masing lembaga pemerintahan. Setelah dana pembangunan jelas, DJP NTB berharap selain lelang tepat waktu. Lembaga pemerintah juga diminta meningkatkan disiplin dan ketaatan pada rencana pencairan dana yang telah dibuat. Meningkatkan monitoring dan evaluasi pelaksanaan belanja satuan kerja, termasuk meningkatkan koordinasi dengan mitra kerja strategis, khususnya terkait pencairan anggaran. a�?Semoga pelaksanaan anggaran 2017 dengan tema: Mewujudkan APBN yang lebih realistis, kredibel dan berkelanjutan dapat berjalan dengan baik,a�? harapnya.

Semenatra itu, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan, Rp 22,51 triliun total dana pembangunan yang mengalir ke NTB masih bisa bertambah menjadi sekitar Rp 25,5 triliun dari PAD masing-masing kabupaten kota. Artinya, kapasitas anggaran untuk pembangunan NTB setahun ke depan cukup besar. Meski masih kurang tapi harus disyukuri dan dijadikan modal semangat untuk membangun daerah lebih baik.

Kepada pemerintah desa, ia berharap peningkatan dana desa dapat diimbangi dengan pelaksanaan pembangunan yang penuh tanggung jawab dan bisa menghasilkan sesuatu yang nyata. Menurutnya, sudah banyak lembaga pemerintah yang siap membantu untuk pembinaan. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka