Ketik disini

Metropolis

Wartan Optimis, Usman Pasrah

Bagikan

MATARAM – Sejumlah pejabat di Pemkot Mataram menanggapi beragam keluarnya hasil serapan anggaran hingga November 2016. Dalam data yang dikeluarkan Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) tersebut, ada tiga SKPD masih rendah realisasi anggarannya.

Tiga SKPD itu adalah, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB). Dinas Kesehatan yang mengelola anggan Rp 114 miliar lebih, serapan keuangannya baru mencapai 52,62 persen. Sementara fisik hanya 59,22 persen.

Sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan anggaran Rp 8,7 miliar, serapan keuangan baru Rp 5,7 miliar atau sekitar 65,03 persen. Serapan keuangan ini sama dengan fisik. Sementara BP2KB dari total anggaran Rp 11 miliar hanya mampu terserap Rp 7,2 miliar atau sekitar 65,51 persen. Realiasi fisik juga sama 65,51 persen.

Menanggapi itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram Wartan mengaku tetap optimis semua proyek daerah bisa selesai tepat waktu. “Kalau melihat progresnya saat ini yah, kita optimis,a�? kata Wartan.

Hanya saja, Wartan mengaku belum melihat detail laporan Bagian APP tersebut. Jika di sana disebutkan masih ada dua SKPD yang serapan anggarannya masih di bawah 70 persen. a�?Kalau menyangkut itu silakan tanyakan ke APP langsung,a�? ujarnya.

Ia hanya fokus ke proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. Beberapa proyek pengerjaan jalan bahkan sudah hampir rampung semua.

Sementara hasil proyek koordinasi proyek milik Dinas Kesehatan dinilainya sudah ada peningkatan signifikan. a�?Sudah ada beberapa Puskesmas yang progres pengerjaan fisiknya mencapai 87 persen,a�? klaimnya.

Wartan mengaku terus mendorong bagian APP untuk melakukan pengawasan dan evaluasi. Sehingga hasilnya tidak hanya tepat waktu, tetapi sesuai dengan standar pengerjaan yang harus dilakukan.

Namun untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan BP2KB, ia mengatakan perlu mempelajari dahulu. a�?Saya harus lihat laporannya dulu yah,a�? tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H Usman Hadi terlihat pasrah dengan masih lambatnya proyek dua Puskesmas dan Gedung Farmasi. Sampai saat ini informasi yang disampaikan pihak pelaksana masih normatif dengan progres pengerjaan yang dinilai lambat.

a�?Coba tanya mereka (pelaksana), apa sebenarnya penyebabnya. Saya juga ingin dengar,a�? cetusnya.

Dorongan menambah pekerja sudah diupayakan pihaknya. Bahkan sampai saat ini Usman berharap pihak pelaksana kembali menambah jumlah pekerja. Mengingat batas waktu kontrak sudah mepet.

a�?Waktunya sudah sangat mepet ada yang berakhir tanggal 23 dan 24,a�? ungkapnya.

Tapi ia tidak melihat ada upaya maksimal dari pelaksana memenuhi tugasnya sampai batas waktu yang telah disepakati. Jika proyek-proyek itu nanti ada yang sampai melewati batas waktu, maka ia tegaskan pelaksana pasti akan didenda.

a�?Iya mungkin ada yang tepat waktu, ada yang molor,a�? pasrahnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka