Ketik disini

Metropolis

Duh, Datanya Berantakan

Bagikan

MATARAM – Kota Mataram memang memiliki catatan yang bagus terkait pendataan administrasi kependudukan warga. Namun bukan berarti tanpa masalah.

Buktinya, sejumlah persoalan data kependudukan dari identitas diri yang berbeda di dokumen diri hingga menyangkut keharusan anak usia dini yang telah melangsungkan pernikahan memiliki KTP harus segera diclearkan.

a�?Yang harus punya KTP kan orang yang dikatakan dewasa, yakni 17 tahun ke atas, tapi bagaimana jika dia menikah dini? Bukankah dokumen pernikahannya syaratnya harus ada KTP,a�? kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram H Ridwan.

Padahal pemerintah tengah berupaya menertibkan administrasi kependudukan warga. Mengingat persoalan lain juga memungkinkan sulitnya mengolah data yang banyak ditemui ganda.

Ia mencontohkan, pada kasus ijazah saja, banyak sekali ditemui antara akta kelahiran, ijazah pendidikan hingga buku nikah ternyata mencantumkan nama-nama berbeda. “Penyebabnya bisa macam-macam, salah satunya kalau ada yang pindah agama kan biasanya mereka harus ganti nama. Misalnya dari I Gusti Ayu jadi Fatimah. Padahal ini tidak boleh diganti sembarangan,a�? cetusnya.

Dampak yang dirasakan sebenarnya cendrung akan menyulitkan warga sendiri. Ketika mereka hendak mengurus berbagai keperluan izin dengan persyaratan data diri.

Di lain pihak negara tentu akan kesulitan juga mendata jumlah penduduk dengan adanya perubahan-perubahan itu. Termasuk memberikan bantuan jika ia tercatat sebagai penerima yang layak.

a�?Saya sudah kumpulkan semua pihak membahas persoalan administrasi kependudukan yang harus di benahi ini. Semua kita bahas dalam rakor administrasi,a�? terangnya.

Kedepan jika data kependudukan seseorang sudah terdata dan terekam dalam sistem, mereka tidak boleh lagi mengganti identitas diri. Ia mencontohkan dalam kasus pindah agama, warga harus tetap mencantumkan nama aslinya.

a�?Barulah jika memang membutuhkan nama baru sesuai agama gunakan a�?aliasa��. Misalnya Gusti ayu alias Fatimah,a�? terangnya.

Mekanisme administrasi identitas diri ini akan mulai diberlakukan. Hal ini untuk membenahi persoalan administrasi kependudukan yang cukup berantakan.

Ridwan mengatakan, langkah penertiban administrasi kependudukan ini sebenarnya sudah masif dilakukan sejak dirinya masuk menjadi kepala dinas. a�?Target berapa yang masih punya administrasi kependudukan tidak sinkron ini, belum bisa terdata. Yang jelas banyak sekali,a�? tutupnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka