Ketik disini

Metropolis

Jangan Salahkan Alam!

Bagikan

MATARAM – Pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram H Mahmudin Tura yang menyatakan banjir yang terjadi karena faktor alam, bisa menjadi bumerang. Buktinya, sejak kemarin, banyak masyarakat hingga pejabat pemkot memprotes klaim Tura tersebut.

Di kalangan pejabat pemkot, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram M Saleh menilai Kadis PU salah kaprah. “Jangan salahkan aam! Alam bereaksi karena kesalahan kita,a�? tegasnya.

Saleh meyakini, perubahan siklus alam yang memicu banjir dahsyat yang puluhan tahun tak pernah dirasakan masyarakat kota juga tak lepas dari ulah tangan manusia. Pola prilaku masyarakat, yang masih jauh dari sikap peduli lingkungan juga memberikan andil.

Dia lantas memberi contoh sederhana membuang sampah tidak pada tempatnya. Akibatnya sampah menumpuk di saluran dan sungai. Ada yang mengendap menjadi sedimen hingga mengecilkan daya tampung saluran dan sungai terhadap air. Ada juga yang menyumbat aliran air karena jumlahnya yang sangat banyak. a�?Kenapa alam seperti itu, ya karena kita,a�? tegasnya.

Tak hanya menunjuk masyarakat, Saleh juga mengatakan pemerintah turut andil dalam masalah tersebut. Kesiapan dalam mengurus lingkungan jadi kendala. Harusnya jika memang ada sumbatan, ada sedimen, pemerintah bertindak cepat mengatasinya. Dia juga menyoroti wilayah resapan yang terus berkurang seiring perkembangan zaman.

Selain proyek-proyek pembangunan gedung-gedung besar dan komplek perumahan, perkantoran, perbelanjaan ada banyak program yang tak sejalan dengan semangat penataan lingkungan. Satu contoh kecil adalah pengaspalan hotmix yang dilakukan di seluruh jalan-jalan komplek yang ada di Mataram. “Airnya mau meresap dari mana coba,a�? katanya balik bertanya.

Akibatnya, jika jalan lebih tinggi dari halaman rumah warga, air hujan akan menggenang di pekarangan. Sebaliknya, jika pekarangan lebih tinggi ketimbang jalan, jalan yang sudah dihotmix itulah yang berubah menjadi titik kumpul genangan.

Memperbanyak lubang biopori dan suer resapan sebenarnya menjadi solusi. Selain mengatasi genangan, langkah tersebut juga bisa memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah di Mataram.

“Sekarang ini jumlahnya masih sangat kurang, yang dibuat pemerintah, swasta, juga masyarakat harus ditambah lagi,a�? ujar Saleh mendorong peran serta semua kalangan.

Tak semua air harus segera diarahkan ke laut melalui sungai dan saluran. Dia mengingatkan, keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai salah satu daerah resapan juga sangat penting keberadaannya.

Saat ini, Pemkot Mataram belum bisa memenuhi kewajiban pengadaan 20 persen RTH sebagaimana tercantum dalam aturan. a�?Air sudah diambil haknya, maka mereka membalas dengan mengirim banjir, ini adalah unjuk rasa air akibat saluran dipersempit, resapan dikurangi dan banyak masalah lagi,a�? ujarnya dengan kalimat bersayap.

Terkait itu, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi meminta seluruh kalangan tanpa terkecuali melakukan introspeksi diri. Masyarakat dan pemerintah sama-sama memiliki andil atas peningkatan potensi bencana yang ada di Mataram saat ini.

Pada pemerintah, ia meminta memperbaiki diri melalui serangkaian instrumen aturan yang ada. Pengawasan ketat agar setiap program pembangunan selalu mengedepankan aspek lingkungan juga harus dilakukan.

Sedang pada masyarakat, Didi meminta pemerintah terus mendorong upaya penyadaran. Bahkan jika diperlukan, bisa saja aturan mengingat berupa perda ditelurkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Prinsipnya masyarakat harus disadarkan, dibimbing, dan diarahkan,a�? katanya.

Sementara itu, beroperasinya layanan darurat Call Center 112 Kota Mataram dijadikan media curahan hati warga Mataram soal banjir. “Ya yang paling banyak laporan soal banjir,a�? kata Rosidi, Supervisior Call Center 112 Mataram.

Tercatat ribuan warga mengeluhkan persoalan serupa. Sejak banjir yang nyaris menenggelamkan kota Sabtu (10/12) lalu, warga banyak melaporkan hal-hal teknis. Seperti drainase yang mampet, sedimentasinya yang menebal, kerusakan infrastruktur terkait aliran air.

a�?Angkanya mencapai ribuan laporan. Tali datanya belum bisa kami tampilkan karena sekarang masih ada gangguan jaringan,a�? kilahnya.

Memang ada beberapa laporan lain yang juga disampaikan memalui jaringan 112. Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Hanya saja persoalannya cukup kompleks. Dari sampah, fasilitas kota, hingga kasus kecelakaan lalu lintas.

a�?Tapi banyak juga yang hanya ingin coba-coba saja,a�? terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi, Dishubkominfo Kota Mataram Lalu Suryajagat membenarkan itu. Laporan warga terkait banjir dan hal-hal yang ada kaitannya dengan kerawanan bajir susulan mendominasi masuk ke Call Center 112.

a�?Ya mungkin warga mulai resah dan persoalan di sekitar mereka bisa ditanggulangi segera,a�? terangnya.

Karena itu, apa pun bentuk laporan yang masuk, kata Jagat, tim Call Center tetap menerima dan melayani dengan baik. Laporan-laporan itu akan ditabulasi dan nantinya diteruskan pada SKPD teknis yang terkait.

Hanya saja, karena piranti jaringan belum lengkap, penerusan laporan juga masih dirasakan terkendala ke SKPD teknis. a�?Karena itu kami belum bisa launching layanan ini. Tapi nanti kalau sudah lengkap hotline masing-masing SKPD sehingga laporan yang masuk bisa diteruskan, baru bisa kita benar-benar siap memberikan pelayanan,a�? ulasnya.

Saat ini saja, ia mengakui ada kelemahan sistem jaringan sehingga acap kali Line 112 down, tidak bisa dihubungi. Namun pihaknya lanjut Jagat sudah bersurat pada Kementerian Kominfo untuk segera ditindak lanjuti. Sehingga laporan masyarakat kembali bisa diterima.

a�?Sekarang memang kerap down, tetapi akan segera kita perbaiki,a�? janjinya.

Ia menegaskan, layanan 112 ini hanya khusus di Kota Mataram. Tidak melayani laporan di luar wilayah. Karena tim yang akan turun memberikan pertolongan dan bantuan adalah institusi yang wilayah kerja hanya Kota Mataram.

“Kemarin ada masuk laporan kecelakaan. Tetapi kejadiannya di Lombok Tengah. Namun tetap kita terima dengan baik, sembari menjelaskan jika kami hanya melayani kejadian di kota,” tandasnya. (yuk/zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka