Ketik disini

Sumbawa

Perusahaan Lokal Dicuekin AMNT

Bagikan

TALIWANG – Sejumlah pengusaha lokal yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Lokal (GPL) Sumbawa Barat mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukkan manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan PT Prasmanindo Boga Utama (PBU).GPL merasa baik AMNT maupun PBU sengaja menolak kehadiran para pengusaha untuk masuk menjadi mitra perusahaan. PBU sendiri merupakan penyedia makan dan minuman bagi karyawan PT AMNT.

Ketua GPK KSB Muhammad Husain mengatakan, baik AMNT maupun PBU terkesan sengaja menolak mereka menjadi mitra perusahaan. Padahal, GPL saat ini sudah cukup layak menjadi mitra perusahaan terutama bagi PBU.

a�?a��Kami melihat, perusahaan masih tidak bisa menerima kehadiran pengusaha lokal sebagai mitra mereka. Itu terbukti dengan apa yang kami alami saat ini,a��a�� katanya, kemarin(20/12).

Awalnya GPL bertemu dengan pihak AMNT. Dalam pertemuan itu, pihak AMNT sendiri mendukung hadirnya pengusaha lokal, apalagi bisa bermitra dengan PBU. Oleh pihak AMNT, para pengusaha lokal ini kemudian diminta untuk mencari item (barang,red) yang bisa dipasok ke PBU.

A�a�?a��Kami akhirnya menemukan barang-barang yang bisa dipasok ke PBU. Kami bahkan melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan di Surabaya untuk menyuplai langsung barang kebutuhan PBU,a��a�� katanya.

Manajemen PBU sendiri awalnya merespons hal tersebut, bahkan mereka mengaku tidak keberatan jika GPL masuk menjadi mitra mereka. Namun kembali lagi dengan catatan tergantung kesediaan dari pihak AMNT selaku pengguna jasa.

a�?a��Kami diminta merincikan barang-barang yang akan dipasok. Setelah itu kami lakukan, pihak PBU malah terkesan tidak mau bermitra dengan kami,a��a�� ujarnya.

Persoalan ini langsung dilaporkan GPL ke Pemda KSB. Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat kemudian mengundang kedua manajemen perusahaan itu untuk bertemu.

a�?a��Tapi udangan yang disampaikan pemerintah itu tidak digubris. Saat pertemuan mereka malah tidak hadir. Ini ada kesan memang mereka tidak mau menerima kehadiran pengusaha lokal,a��a�� katanya.

Adapun barang-barang yang dipasok itu terbilang masih mampu dipenuhi pengusaha lokal KSB. Hanya saja, AMNT maupun PBU sendiri terkesan masih belum bisa menerima hal tersebut.

A�a�?a��Ini dibuktikan dengan cara mereka mempimpong kami ke sana kemari. Kami diminta mencari barang, setelah ada malah kami diabaikan,a��a�� keluhnya lagi.

Sayangnya, pihak PBU sendiri belum diperoleh konfirmasi terkait hal itu. Sulitnya akses yang diperoleh media ke perusahaan ini juga menjadi salah satu alasan. Hingga berita ini ditulis, belum ada pihak PBU yang berhasil dikonfirmasi atas hal tersebut. (far/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka