Ketik disini

Selong

Sekamar Dengan Perempuan Pak Guru Ngapain?

Bagikan

SELONG – Aparat gabungan menggelar operasi yustisi di Lombok Timur (Lotim) kemarin (20/12). Mereka menyisir sejumlah penginapan yang ada di Lotim. Hasilnya didapat dua pasangan yang diduga pasangan mesum. Salah satu A�pasangan tersebut merupakan salah seorang guru inisial NR, 56 tahun. Sementara pasangan bukan muhrimnya berinisial ML, 28 tahun mengaku sebagai staf disalah satu kantor desa di Kecamatan Jerowaru.

” Sumpah belum sempat gituan (berhubungan badan, red),” kata ML yang merupakan warga Sakra Barat sesuai KTP-nya kepada Lombok Post.

NR sendiri ditemukan sedang berada di dalam kamar penginapan di Tete Batu. Aparat yang menggedor pintunya mendapat respon yang cukup lama dari NR. Petugas kemudian memanggil penjaga penginapan untuk memastikan apakah ada penghuni di dalam kamar tersebut. Setelah menunggu sekitar lima menit lebih, baru kemudian penghuninya membuka pintu dalam kondisi setengah telanjang hanya menggunakan handuk.

“Saya sendirian disini pak. Saya mau mandi ini, ada apa?” tanyanya bersandiwara.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas ia pun pasrah mempersilakan petugas masuk. Sayangnya, meski mengaku hendak mau mandi pintu kamar mandi tak bisa dibuka. Pintu kamar mandi tersebut tertutup karena dikunci dari dalam.

“Nah saya tidak tahu kenapa terkunci,” kilahnya.

Melihat gelagat NR, petugas langsung curiga. Petugas mengancam akan membuka paksa pintu kamar mandi tersebut untuk memastikan apakah ada seseorang di dalamnya atau tidak. Mendengar ancaman petugas, tak lama berselang pintu tersebut akhirnya terbuka sendiri.

Seorang perempuan keluar dari kamar mandi sambil menutupi wajahnya.

A�”Kami jangan diangkut pak ya,” pinta perempuan tersebut.

Dengan tertangkap basahnya kedua pasangan ini, oknum guru yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiunnya ini tak dapat lagi mengelak. Seribu alasan yang ia kemukakan sebelumnya telah terpatahkan.

A�”Kami berdua baru datang belum sempat ngapa-ngapain kok,” kelit NR lagi membela diri.

Petugas kemudian mendata NR bersama ML. Keduanya diminta mengeluarkan kartu identitas KTP serta dimintai keterangan. Selain NR, satu pasangan lain diangkut karena ditemukan di dalam kamar berduaan. Hanya saja, pasangan ini masih dalam kondisi busana lengkap.

Sebelumnya, petugas dari tim Yustisi juga mendatangi hotel yang ada di Loang Gali Aikmel. Di lokasi tersebut petugas hanya menyita satu kardus alat kontrasepsi jenis kondom.

“Dari pengkuan pemilik hotel, kondom. Itu katanya diberikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lotim. Ditemukannya kondom ini membuat kami berkeyakinan kalau hotel ini memang kerap dijadikan tempat mesum,” beber Kasi Opstib dan Linmas Sat Pol PP Lotim Lalu Abdullah Purwadi.

Dari hasil operasi ini, Wadi sapaan akrabnya mengaku akan menindaklanjuti pasangan yang diduga mesum. “Kami akan coba koordinasikan denga Bidang Disiplin BKD. Karena kita sayangkan ini dilakukan aparat PNS pada jam kerja,” ucapnya.

Peringatan dan pembinaan akan dilakukan Sat Pol PP Lotim. Setelah diangkut ke Kantor Sat Pol PP, keluarga pasangan ini akan dipanggil bersamaan dengan Kepala Dusun dan Kepala Desa. “Kami akan pangil keluarganya biar ada efek jera dan kita laporkan ke BKD. Kalau cuma didata, dibuatkan surat pernyataan dan dilepaskan begitu saja nanti akan diulangi kembali,” terangnya. Operasi ini dikatakan Wadi merupakan agenda rutin Sat Pol PP Lotim untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka