Ketik disini

Headline Praya

Stok Pupuk di Loteng Menipis

Bagikan

PRAYA – Stok pupuk di Lombok Tengah (Loteng) mulai mengkhawatirkan. Para petani pun berteriak dan meminta Pemkab segera turun tangan. Jika tidak, bencana gagal panen di akhir tahun ini, mengancam.

a�?Di beberapa desa di wilayah Pujut hampir merata. Tolong bantu para petani kami ini,a�? kata Kepala Desa Pengembur Supardi Yusuf pada Lombok Post, kemarin (20/12).

Persoalan semacam itu, kata Supardi sering terjadi setiap tahun. Namun tidak ada langkah nyata dari pemerintah, untuk memutuskan mata rantainya.

A�a�?Ada apa ini,a�? kata mantan sekretaris Forum Kepala Desa (FKD) Loteng tersebut.

Ia menegaskan, jika dalam beberapa hari kedepan, tidak ada langkah cepat dari pemerintah maupun distributor pupuk, maka para petani di wilayah Pujut dan sekitarnya, akan menggelar aksi unjukrasa. a�?Hal yang sama kami alami di wilayah Praya Barat Daya,a�? kata Kades Pandah Indah Anhar, singkat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Loteng Nasrun membenarkan terjadinya kelangkaan pupuk yang dimaksud. Khususnya, jenis urea. Kondisi seperti itu pun, membuat pihaknya langsung melayangkan surat ke produsen pupuk PT Pupuk Kaltim dan pemerintah provinsi.

A�Alhasil, kata Nasrun mereka akan mendistribusikan pupuk sebanyak 3 ribu ton. a�?Insya Allah, dalam waktu dekat ini, bisa teratasi. Mohon para petani bersabar,a�? serunya.

A�Sejak awal, pihaknya mengaku sudah mengingatkan dan mendorong, agar produsen menempatkan distributor pupuknya per kecamatan. Harapannya, pupuk bersubsidi tersebut dapat dinikmati dengan mudah, murah dan tepat sasaran.

a�?Yang perlu diperhatikan juga, tolong para distributor dan pengecer menyiapkan tabel standar harganya masing-masing, tidak boleh ditutup-tutupi,a�? serunya.

Berdasarkan ketentuan Harga Eceren Tertinggi (HET), tambah Nasrun rincian harga pupuk sudah jelas dan terang benderang. Untuk jenis pupuk urea Rp 1.800 per kilo, jenis SP36 Rp 2.000 per kilo, MPK Rp 2.300 per kilo, ZA Rp 1.400 per kilo dan organik Rp 500 per kilo. a�?Di setiap musim tanam, distributor wajib menyediakan stok pupuknya,a�? katanya. (dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka