Ketik disini

Metropolis

Ampenan Masih Sebatas Kenangan

Bagikan

MATARAM – Kawasan eks pelabuhan Ampenan masih sebatas kenangan. Hingga kini tak ada tanda- tanda bekas gerbang masuk terbesar Lombok sejak era zaman Belanda itu bakal bangun dari tidur panjangnya.

“Ya begini-begini saja keadaannya,a�? kata Kaling Melayu Timur, Ampenan Tengah L Amril.

Mas Agus Idris Yusuf, generasi keempat dari Mas Agus Usman Mahibbat, satu dari dua orang Melayu Palembang pertama yang datang ke Ampenan membenarkan hal tersebut. Idris yang lahir 1938, menganggap Ampenan saat ini tak ubahnya kota mati.

Kakek renta yang kini mulai menginjak usia 79 tahun itu ingat betul ketika Ampenan masih pada era kejayaannya. a�?Zaman Belanda saja ada tiga kapal besar yang selalu lalu-lalang di sana,a�? ujarnya.

Kapal-kapal itu mengangkut manusia dan barang ke berbagai penjuru nusantara. Timur, utara, hingga barat. Setelah kemerdekaan diraih, keadaan terus membaik.

Tetua Kampung Melayu tersebut mengatakan, pusat ekonomi Lombok ada di sana. Pabrik dan gudang tumbuh pesat, ekonomi berputar hebat, dan masyarakat mendapat kesejahteraannya. a�?Saya kerja di pabrik yang kirim sapi dan kerbau ke Singapura,a�? kenangnya.

Sayang, sejak periode 1967, ketika pelabuhan akhirnya ditutup, semua berubah total. Perlahan namun pasti pabrik, gudang, toko mulai tutup. Para pengusaha bangkrut, pekerja di PHK. Kemiskinan terjadi. Semua merosot taraf hidupnya.

Saking parahnya, ia bahkan mengatakan banyak etnis Tionghoa atau keturunan Cina yang jatuh melarat. “Setelah pelabuhan tutup, jangankan orang melayu, Cina saja jadi miskin,a�? ujar kakek dengan tujuh cicit tersebut.

Hingga kini Ampenan tak kunjung bangun dari mati surinya. Sempat mendapat angin surga ketika sebuah hotel pencakar langit akan dibangun di sana, rencana itu kandas di tengah jalan.

Bantuan kucuran dana dari pusat, CSR sejumlah kalangan swasta, hingga bantuan dari Perancis juga tak banyak berbekas. a�?Kita mau kawasan itu bisa jadi tempat wisata,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dalam sebuah kesempatan.

Namun hingga kini, eks pelabuhan Ampenan baru sebatas wisata alakadar saja. Taman Udayana bahkan jauh lebih ramai ketimbang kawasan yang memiliki banyak nilai sejarah itu.

Kini, Pemkot Mataram masih mengharapkan satu keajaiban lagi yang diharap mampu membangunkan Ampenan dari mimpi panjangnya. Rencana menjadikan Ampenan sebagai dermaga kembali hidup seiring rencana kerja sama dengan perusahaan kapal pesiar di sana.

“Semoga kapal pesiar ini jadi, mereka sekarang sedang urus kelengkapan izin,a�? ujarnya beberapa bulan lalu. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka