Ketik disini

Tanjung

Ayo, Ikut Asuransi Sapi!

Bagikan

TANJUNG – Dari 86.241 ekor sapi yang tercatat di DPPKKP Lombok Utara, baru 150 ekor yang diikutkan asuransi oleh pemiliknya. Asuransi ini berasal dari Kementerian Pertanian melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Dengan program ini, pemerintah menjamin risiko kerugian peternak yang disebabkan kehilangan atau kematian. a�?Kami sudah sosialisasikan ke peternak agar mau ikut program ini. Kami harap peternak bisa mengasuransikan sapi-sapinya,a�? kata Kabid Peternakan DPPKKP Lombok Utara Adi Wibawa, kemarin (21/12).

Ditambahkan, minimnya keikutsertaan masyarakat dikarenakan masih ada yang tidak setuju dengan persyaratan. Karena harus memasangkan identitas sapi atau eartage. Dengan eartage telinga sapi akan dilubangi. Masyarakat menganggap bisa mengurangi harga jual sapi. Peternak menginginkan identitas cukup dengan adanya kartu ternak. a�?Ini kami sudah usulkan dan disetujui. Kami menunggu para ternak supaya bisa ikut serta,a�? katanya.

Tujuan asuransi ini memberikan perlindungan kepada peternak sapi. Terutama jika terjadi kehilangan atau kematian akibat serangan penyakit, kecelakaan dan proses melahirkan. Jika sapi hilang, peserta wajib melapor kepada pihak yang berwajib dan DPPKKP untuk mendapatkan berita acara kehilangan. Jika kasus kematian, cukup meminta berita acara kematian dari DPPKKP. Jika administrasi lengkap, dalam waktu 14 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya, klaim asuransi akan langsung ditransfer ke rekening peserta. a�?Kalau mati atau hilang nanti akan diganti sesuai harga pertanggungan sebesar Rp 10 juta,a�? katanya.

Selain itu, persyaratan lain yang harus dipenuhi peternak seperti sapi betina yang sehat, produktif, berusia minimal satu tahun dengan preminya sebesar Rp 200 ribu per ekor per tahun. Peternak sapi harus bersedia membayar premi swadaya sebesar 20 persen. Sedangkan, subsidi dari pemerintah sebesar 80 persen.

Peternak yang ingin mendaftar program ini bisa melalui perorangan ataupun kelompok. Tetapi lebih disarankan melalui kelompok. Sebab setelah pendataan sapi yang akan diikutkan baru diserahkan ke UPTD Pertanian setempat atau bisa langsung ke DPPKKP. a�?Ada formulir yang harus diisi saat mendaftar dan membayar premi Rp 40 ribu setahun. Kami yang akan mengurus ke Mataram agar peternak tidak repot,a�? katanya.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan, tidak ada batasan jumlah sapi yang bisa diikutkan per wilayahnya. Untuk itu dinas mempersilakan seluruh peternak di Lombok Utara bisa mendaftarkan hewan ternaknya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka