Ketik disini

Pendidikan

NTB Krisis Guru SMA/SMK

Bagikan

MATARAM – PGRI mengklaim mengalami krisis guru SMA/SMK di NTB. Kebutuhan guru tidak sesuai dengan jumlah rombongan belajar (rombel). a�?Kita sangat kekurangan guru di NTB, terutama guru SMK,a�? kata Ketua PGRI NTB H Ali Rahim, kemarin (20/12).

A�Dari data PGRI, saat ini jumlah guru yang statusnya PNS sebanyak 7.064 orang. Sedangkan yang masih honor 9.221 orang. Sementara NTB membutuhkan guru sekitar 16 ribu lebih pada SMA sederajat. a�?Jumlah guru kita saat ini tidak sesuai rombongan belajar (rombel),a�? imbuhnya.

Ali mengaku, saat ini banyak sekolah kekurangan guru. Jumlah rombongan belajar (rombel) tidak sebanding dengan jumlah guru. Ia mencotohkan, SMAN 3 Wera Kabupaten Bima memiliki hanya tiga guru PNS. SMKN 9 Bima hanya memiliki lima guru yang statusnya PNS. Kata dia, kekurangan guru ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Bima, namun juga di kabupaten/kota lain. a�?Saya yakin di Mataram jugaA� kekurangan guru,a�? sebut dia.

Dikatakannya, kekurangan guru SMA/SMK ini harus ada solusi. Apalagi saat ini kewenangan SMA/SMK ada di provinsi. Dulu kata dia, provinsi hanya sebagai monitoring dan evaluasi pada tingkat SMA/SMK. Kini,A� provinsi menjadi pelaksana dan penanggungjawab dari SMA sederajat.

Ia berharap, guru honor SMA sederajat bisa dibuatkan SK gubernur atau kepala dinas. Dengan begitu, mereka (guru honor) yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) bisa mendapatkan dana sertifikasi dari APBN. a�?Jika SK dari kepala sekolah maka guru honor tidak bisa mengikuti sertifikasi,a�? imbuhnya.

a�?Guru honor ini bisa ikut sertifikasi jika ada SK dari pejabat eselon II,a�? tambah dia.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Mataram H Muhammad Jauhari mengaku kekurangan guru di sekolah dipimpinnya. Meski demikian, ia bisa menutupinya dengan keberadaan guru non PNS. a�?Kalau dilihat dari jumlah siswa kita masih kekurangan guru,a�? kata dia.

Ia mengatakan, kekurangan guru di sekolah tidak menyurutkan motivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Bahkan, siswa yang memiliki keterampilan lebih seperti keterampilan tari, musik, pramuka dan sebagainya dijadikan sebagai pembina dalam mengembangkan apa yang menjadi minat dan bakat siswa dalam ekstrakurikuler (ekskul). a�?Pembinaan keterampilan di sekolah ini murni dari sekolah,a�? pungkasnya. (jay/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka