Ketik disini

Kriminal

Penjarah Hutan Bakal Ditembak

Bagikan

MATARAM – Pembalakan liar yang terus terjadi, membutuhkan tindakan ekstra dalam penangananannya. Terutama bagi Polisi Hutan (Polhut) yang menjadi ujung tombak, pemberantasan perambahan hutan NTB.

Karena itu, kemarin (21/12) bertempat di Mako Brimob Polda NTB, puluhan anggota Polhut berlatih menembak. Kepala Dinas Kehutanan NTB Husnanidiaty Nurdin mengatakan, latihan ini untuk meningkatkan keterampilan polhut. Terlebih lagi, selama enam bulan terakhir polhut tidak pernah memegang senjata api.

a�?Senjata memang dikumpulkan, karena ada peralihan polhut dari kabupaten ke provinsi,a�? kata Eny, sapaan akrab Husnanidiaty Nurdin, kemarin (21/12).

Eny menjelaskan, setiap polhut diharapkan mampu memegang dan mengoperasikan senjata api dengan baik. Tujuannya, untuk menjaga hutan dari pembalakan liat yang dilakukan orang tak bertanggung jawab.

a�?Karena itu, kita latih lagi, terutama bagaimana memelihara senjata yang kita berikan,a�? ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, tidak semua polhut akan memegang senjata api. Sebelumnya, polhut harus mengikuti psikotest. Hal ini untuk melihat apakah polhut layak atau tidak memegang senjata api.

Selanjutnya, jika lolos dari psikotest, polhut akan dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan kartu PAS. Kartu itu sebagai pertanda bahwa polhut diberikan izin dan layak untuk memegang senjata api.

a�?Kita ada 72 senjata. 60 laras panjang dan 12 pistol,a�? ucap dia.

Sejauh ini, terdapat 11 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTB. Jumlah polhut sendiri hanya 154 orang. Namun sebagian besarnya berada di atas usia 50 tahun.

Jumlah personel yang timpang dengan luasan hutan yang harus dijaga, membuat Eny berharap banyak terhadap kesiapan polhut yang ada. Terutama dengan bekal senjata api yang diberikan.

a�?Paling tidak tiap KPH ada 11 orang yang memegang senjata. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai bekal, mereka lebih percaya diri dan terampil untuk menghadapi pembalak liar,a�? katanya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka