Ketik disini

Headline Pendidikan

UN Dorong Kualitas Pendidikan

Bagikan

MATARAM – Ujian Nasional (UN) urung dimoratorium disambut beragam pihak sekolah. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju. a�?Kalau UN ditiadakan apa yang menjadi indikator keberhasilan siswa dan sekolah,a�? kata Kepala SMPN 2 Mataram HL Suwarno, kemarin (21/12).

Ia menegaskan, selama ini UN memberikan pengaruh besar kepada siswa dan guru di sekolah. UN ini membuat siswa dan guru termotivasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Baik itu melalui belajar di sekolah, rumah, maupun melaksanakan bimbingan belajar (bimbel) lainnya. Jadi kata dia, A�marwah UN berpengaruh meningkatkan mutu pendidikan. a�?Disamping itu, orangtua juga akan melakukan berbagai persiapan agar anaknya bisa memiliki nilai tinggi pada UN,a�? imbuh mantan Kepala SMPN 3 Ampenan ini.

Ia menilai, UN harus tetap ada sebagai evaluasi tahunan. Entah itu mau menjadi penentu kelulusan atau tidak. UN ini tetap memiliki pengaruh besar. Sebut saja di tingkat SMP, siswa yang memiliki nilai tinggi pada UN bisa diterima di sekolah favorit. Begitu juga dijenjang SMA, siswa yang nilainya UN tinggi akan dipertimbangkan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ia sangat setuju dengan keputusan Presiden Joko Widodo UN tetap diadakan.A� Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan peringkat Indonesia meningkat. Baik itu dalam bidang A�sains, membaca, matematika. a�?Ini tidak lepas dari adanya UN,a�? ucapnya. Jika tidak ada UN lanjut dia,A� maka motivasi belajar siswa menurun. Dampaknya, kualitas pendidikan mengalami penurunan.

Menurutnya, UN ini harus dipertahankan jika ingin kualitas pendidikan meningkat. a�?Kalau tidak ada UN saya yakin motivasi belajar siswa dan mutu pendidikan menurun,a�? imbuhnya.

Terpisah, Kepala SMPN 5 Mataram HL Mohammad Sidik kurang setuju setiap ada wacana Mendikbud. Bukan hanya masalah UN, tapi juga dengan wacana Full Day School (FDS) yang diwacanakan terlebih dahulu tidak bisa diterapkan di semua sekolah. a�?Bagaimana dengan sekolah yang ada di desa. Biasanya siswa membantu orangtuanya usai sekolah,a�? ucapnya.

Kini sambung dia, A�pada wacana moratorium UN ia merasa malu dengan wali murid. Sebelumnya, ia meminta para orangtua untuk berpartisapsi dalam pelaksanaan UN sistem CBT. Tapi di tengah perjalanan ada wacana Mendikbud terkait moratorium UN. a�?Ini kan membuat kita bohong di wali murid,a�? ujarnya.

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Ia mengatakan, jika UN ditiadakan maka siswa tidak akan belajar. Ia yakin motivasi belajar siswa rendah jika tidak UN. Karena mereka (siswa) merasa UN sama seperti ujian semester.

Ia menyebutkan, sudah semestinya evaluasi A�tahunan ini dalam bentuk UN diadakan. Jika dihilangkan ia yakin kualitas pendidikan akan menurun. a�?Motivasi belajar siswa rendah jika tidak ada UN,a�? tutupnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kuripan Lobar H Ahmad Taufiq Gupran mengatakan,A� di saat sekolah mempersiapkan diri dalam pelaksanaan UN sistem CBT, tiba-tiba Mendikbud mewacanakan UN akan dimoratorium. Hal ini tentunya membuat guru dan beberapa sekolah beragam menyikapinya. a�?Mau UN atau tidak kita tetap mempersiapkan diri,a�? kata Taufiq.

Tapi bagaimanapun lanjut dia, jika tidak ada UN maka berpengaruh pada kualitas pendidikan. Motivasi belajar siswa akan rendah dan menyebabkan kualitas pendidikan menurun. Harus ada keterlibatan pusat dalam melakukan evaluasi tahunan. Jika semua diserahkan di daerah dan sekolah maka bisa saja guru memberikan penilaian semaunya kepada siswa. a�?UN ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan,a�? pungkasnya. (jay/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka