Ketik disini

Headline Metropolis

Ahyar Bawa Gerbong Besar?

Bagikan

”SEMUA  terus bekerja, hingga pada waktunya nanti mutasi bakal diumumkan,” ujar Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menanggapi pertanyaan Lombok Post terkait mutasi.

Mutasi kali ini memang terasa berbeda. Berbarengan dengan pembentukan perangkat daerah baru, banyak pejabat diprediksi akan bergeser. Dijelaskan Eko, konsekuensi dari pembentukan perangkap daerah baru, sejumlah SKPD harus dilebur. Ada pula SKPD yang dipecah menjadi SKPD berbeda.

Misal, dua SKPD yang digabung menjadi satu, tentu tak semua karyawan akan digabung pula menjadi satu. Bolah jadi SKPD baru hanya memerlukan separuh dari karyawan, termasuk separuh juga pejabat level kabid dan kasi.

”Kadisnya juga pasti hanya satu, satu kadis sisa ini harus kita pikirkan mau dikemanakan,” katanya menjelaskan kondisi saat ini.

Berkaca pada kebiasaan pola mutasi yang dilakukan Wali Kota H Ahyar Abduh pada pemerintahan Aman jilid pertama, sebenarnya ada tanda-tanda yang bisa dibaca. Salah satunya, Ahyar dikenal pemimpin yang lebih memilih mengakomodir semua kalangan. Sehingga wajar spekulasi gerbong raksasa super besar bakal dipertahankannya. Terlebih dengan rencananya maju sebagai orang nomor satu di NTB, Ahyar harus mengkonsolidasikan kekuatan.

”Gaya Ahyar itu begitu, dia tak terbiasa main depak,” ujar Akhmad Roji, pemerhati pemerintahan dari Lingkaran Masyarakat Madani NTB.

Bahkan untuk  pejabat yang kerap mendapat sorotan dan dianggap minim prestasi, boleh jadi tetap akan dipertahankan. Catatannya pejabat itu dianggap loyal. ”Pejabat yang bisa diajak kerja sama itu penting,” ujarnya.

Dalam sebuah wawancara, Ahyar tak menampik hal tersebut. Dia mengatakan terus mencoba melakukan bongkar pasang. Dalam percobaan-percobaan itu, ia mengatakan selalu memikirkan posisi masing-masing anak buahnya.

”Saat di mobil, habis salat, sebelum tidur, saya terus berpikir, mau ditaruh di mana, cocoknya posisi apa, kalau digeser ke mana, dan lain-lain,” katanya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, mutasi kali ini terbilang besar. Bahkan bisa mencapai lebih dari 300 hingga 400 orang dari level terbawah hingga pejabat setara kepala dinas yang terkena mutasi. Soal nama, hingga kini ia juga memilih tak menjabarkannya. ”Nantilah, sebentar lagi itu,” ujarnya.

Sembari menunggu hari H mutasi, grasak-grusuk pejabat makin tak bisa dihindarkan. Sumber internal Pemkot Mataram menyebut serangkaian pertemuan makin rutin dilakukan. Para pejabat baik perorangan, maupun berkelompk juga makin rutin mengunjungi kepala daerah.

”Semua pada merapat, ada pula yang coba unjuk gigi supaya dianggap hebat,” ujarnya.

Perihal gerbong besar, ia juga tak menampiknya kalaupun ada pejabat yang kinerjanya kurang, sangat kecil kemungkinan turun kasta. Boleh jadi hanya dilakukan pergeseran saja. Namun hal itu justru bisa berubah jika perebutan posisi antar para pejabat eselon II B yang kini menempati posisi pimpinan kepala SKPD atau IIIA yang selevel di bawahnya memanas. Jika itu terjadi, saling sikut boleh jadi makin menggila, dan bakal memakan korban pejabat yang kurang lihai bermanufer.

Sumber tersebut lantas menjelaskan sedikitnya tiga ”basah” yang selama ini dianggap sebagai SKPD paling menggiurkan diprediksi akan tetap dipimpin pimpinannya saat ini. Yang pertama Dinas Pendidikan yang akan tetap dipimpin H Sudenom. Selanjutnya ada Dinas Kesehatan yang juga bakal tetap dinahkodai dr Usman, dan yang terakhir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang kemungkinan besar masih dipimpin Mahmuddin Tura.

”Walau ada sorotan, seperti proyek fisik kesehatan yang molor atau banjir yang dianggap tak bisa ditangani PU, kayaknya mereka sulit digeser,” ujarnya.(yuk/zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka