Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Belum Terima Bantuan, Warga Kota Bima Blokir Jalan

Bagikan

KOTA BIMA – Warga di beberapa kelurahan yang ada di Kota Bima melakukan aksi blokir jalan, kemarin. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Kota Bima karena mereka belum menerima bantuan.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), ada beberapa titik lokasi aksi blokir jalan. Diantaranya jalan raya depan masjid Kelurahan Monggonao, jalan raya Kelurahan Pane dan juga jalan raya Kelurahan Sadia.

Tuntutan warga dalam aksi tersebut beragam. Ada yang menginginkan air bersih, ada juga yang membutuhkan makanan. Aksi blokir jalan korban banjir tersebut mendapat respons dari pemerintah daerah.

Ridwan, 42 tahun, warga Kelurahan Monggonao mengaku membutuhkan air bersih. Dia juga membutuhkan tim pembersih sampah yang menumpuk di gang – gang wilayah tersebut. Karena saat ini warga Monggonao mulai terserang penyakit gatal – gatal.

“Sampah – sampah mulai membusuk dan warga mulai gatal – gatal,” ujarnya.
Sementara di Kelurahan Sadia, warga menyerbu mobil pengakut air mineral. Aksi rebut air mineral tersebut sempat menimbulkanketegangan antar warga.

Di kantor Wali Kota Bima, sejumlah warga silih berganti datang menyampaikan protes lantaran mereka belum menerima bantuan. Baik berupa makanan, minuman maupun pakaian . Bahkan ada juga beberapa warga yang meminta untuk diturunkan tim pembersih sampah.

Ketegangan antara warga dengan petugas pun tak terhindarkan. Warga menilai, pembagian bantuan tidak merata. Karena hany sebagian korban yang menerima bantuan dari pemerintah. Sebagian lainnya masih kelaparan.

“Kami belum makan dari pagi. Kami butuh nasi,” teriak Mariam warga Kelurahan Kumbe di depan kantor Wali Kota Bima.
Plt Kabag Humas Syahrial Nuryadi membenarkan adanya banyak protes dari warga. Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya maksimal dalam penyaluran bantuan.

“Kami akui pembagian bantuan belum merata. Pemerintah tengah bekerja keras untuk penyaluran bantuan,” jelasnya.

Ia mengimbau warga untuk bersabar. Dia memastikan bahwa bantuan akan tetap disalurkan. Ia berharap korban banjir memahami segala kekurangan saat penyaluran bantuan.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Pahami keterbatasan yang kami miliki,” pungkasnya. (yet/r 4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka