Ketik disini

Sportivo

Dikpora Tolak Usulan Pelatih Dugi

Bagikan

MATARAM – Cabang olahraga tinju telah diusulkan ke Kemenpora untuk masuk dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB tahun depan. Pelatih tinju NTB Indah Dugi Cahyono meminta pemusatan latihan itu dipusatkan di Notorius, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hanya saja, usulan Dugi itu tidak diamini Dikpora NTB.

”Saya bisa jamin, atlet yang sudah masuk dalam notorius akan memberikan prestasi bagi NTB,” kata Indah Dugi Cahyono, kemarin (25/12).

Pria asli Sumbawa Barat itu menegaskan, pembinaan yang dilakukan notorius berbeda dengan PPLP. Di klub notorius, atlet ditekankan selalu bersikap disiplin dalam berlatih. ”Kalau tidak disiplin, kita bisa hukum atletnya berdasarkan aturan,” jelasnya.

Tak hanya itu, porsi latihan yang diberikan juga berat. Mereka harus latihan dua hingga tiga kali per hari. ”Kalau di PPLP itu latihannya hanya dua kali sehari,” ujarnya.

Dengan pola latihan seperti itu, Dugi bisa membawa anak buahnya sukses pada PON XIX/2016 Jawa Barat lalu. Dari lima atlet yang dikirimnya, semuanya masuk final.  ”Endang, Putra Samada, Kuswatun Hasanah, Nasrudin, dan Jubiatul sudah menjadi contoh. Sekarang semuanya sudah menjadi anggota TNI,” bebernya.

Ditambahnya tinju ke PPLP, dia berharap pelatihannya dipusatkan di notorious. Dia memastikan bisa memberikan kekuatan baru bagi tinju NTB. Terutama dalam menjalani pertandingan level nasional. ”Pasti tinju NTB akan semakin kuat dengan generasinya. Ini menjadi kesempatan emas,” ujarnya.

Dugi mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kabidpora Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB untuk menempatkan PPLP tinju agar ditempatkan di Notorius. Namun, permintaanya itu belum disetujui. ”Sudah saya minta ke Pak Surya. Tapi, tidak disetujui,” ujarnya.

Padahal, sasana tinju notorius memiliki sarana dan fasilitas lengkap. Terlebih lagi cara latihan yang diatur dengan disiplin.

Terpisah, Kabidpora Dinas Dikpora Provinsi NTB H Surya Bahari mengatakan, pembinaan atlet PPLP itu tidak bisa diserahkan kepada individu. ”PPLP itu diserahkan kepada daerah bukan kepada individu,” tegas dia.

Sedangkan Notorius itu salah satu klub tinju milik individu. Jika diserahkan kepadanya, Surya mengatakan, akan menyalahi aturan. ”Kita menyalahi aturan nanti,” ujarnya.

Surya mengaku, dia pernah memberikan solusi kepada Dugi. Jika ingin PPLP tinju akan dilaksanakan di daerah KSB bisa saja. Namun, yang memegang mereka merupakan instansi pemerintah daerah. ”Kalau klub yang memegang tentu tidak bisa kita berikan,” tegasnya. (arl/r10)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka