Ketik disini

Headline Metropolis

Pemprov Gelontorkan Rp 27 M

Bagikan

MATARAM – Pemprov NTB semakin serius mengembangkan sektor pariwisata. Buktinya, pemprov akan menata destinasi wisata di 10 kabupaten/kota se-NTB. Untuk itu, Pemprov NTB menggelontorkan dana sekitar Rp 27 miliar dari APBD dan Rp 2 miliar bantuan dari pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, saat ini promosi besar-besaran dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Disamping itu, branding wisata halal dunia semakin mendongkrak dunia pariwisata NTB. Penghargaan tersebut menurutnya menjadi tantangan bagi dunia pariwisata NTB. Tugas pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menata destinasi yang ada. Hal ini wajib dilakukan agar para wisatawan mendapat kepuasan saat berkunjung. ”Jangan sampai ketika orang berbondong-bondong datang, mereka kecewa dengan kondisi destinasi yang ada,” kata Rosiady.

Menurutnya, saat ini Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh untuk pengembangan pariwisata NTB. Maka sudah menjadi tugas daerah, bagaimana menata destinasi agar apa yang dipromosikan itu sesuai dengan kenyataan. Dari sisi anggaran, tahun 2017 anggaran penataan destinasi meningkat yakni sekitar Rp 27 miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah H Lalu Muhammad Putrie mengatakan, Loteng sudah masuk destinasi unggulan nasional. Dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), Mandalika termasuk tiga prioritas utama. Khusus untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika penataanya ditangani PT ITDC. Mereka menganggarakan Rp 20 miliar. Sehingga Pemkab Loteng fokus menata di luar kawasan tersebut dibantu Pemprov NTB.  Dana yang disediakan dari APBD Lombok Tengah sebesar Rp 2,9 miliar dan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 4,8 miliar. ”Belum lagi dari provinsi dan juga ada kabar gembira kita dapat perhatian dari BUMN,” katanya.

Salah satu BUMN yang akan merayakan ulang tahun di Loteng akan membantu penataan desa wisata Desa Ende, Kecamatan Sengkol. Bantuan ini merupakan patungan dari PT Telkom, Garuda Indonesia, dan BUMN lainnya. Sementara Pemda Lombok Tengah akan fokus di beberapa lokasi seperti penataan Pantai Areguling, Mawun, Pantai Mawi, Pantai Selong Belanak. Di bagian utara destinasi wisata Aik Bukaq dan Aik Beriq.

”Kalau di wilayah itu milik investor, jadi kita tidak bisa menata begitu saja tanpa kerja sama dengan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib mengatakan, dengan berubahnya OPD anggaran kebudayaan dan pariwisata dipersiapkan. Dinas Pariwisata sendiri hanya akan mengelola dana sekitar Rp 4,5 miliar. Sementara khusus untuk penataan destinasi sekitar Rp 1 miliar seperti penataan Taman Loang Baloq, Makam Bintaro, dan Pantai Ampenan.

Menurutnya, penataan harus lintas sektor karena tidak cukup hanya mengandalkan dinas pariwisata. Mereka tidak mungkin mengerjakan fisik jalan, sehingga harus bersinegeri dengan dinas lain yang terkait. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka