Ketik disini

Giri Menang

Polisi Kembangkan Kasus Pungli

Bagikan

GIRI MENANGA� – Polres Lombok Barat (Lobar) terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) berinisial ZA. Kepada petugas, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lobar tersebut mengaku melakukannya atas inisiatif sendiri.

a�?Pengakuan bersangkutan masih sendiri,a�? terang Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana didampingi Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo saat gelar perkara OTT Pungli di Mapolres Lobar, Sabtu (25/12).

Jiartana mengungkapkan, pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 12 e Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 yang direvisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi.

Pelaku terancam dengan hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. Dengan denda minimal 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

a�?Karena yang bersangkutan adalah PNS yang meyalahgunakan kewenangan untuk memaksa seseorang menyerahkan sesuatu yang menguntungkan diri atau orang lain,a�? ungkapnya.

Apakah A�dugaan pungli sudah dilakukan sejak lama, Kapolres belum berani memastikannya. Ia mengaku kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Termasuk keterlibatan orang lain kini masih tahap sidik.

a�?Jadi kita harus periksa saksi-saksi tambahan lagi,a�? ujarnya.

Oknum PNS Dinas PU Lobar tersebut tertangkap tangan oleh petugas Saber Pungli Polres Lobar Rabu (21/12) lalu A�Ia ditangkap setelah menerima uang yang diduga hasil pungli senilai Rp 17.350.000. Uang tersebut didapat pelaku, dari dua pelapor yang belakangan diketahui merupakan kontraktor.

Modusnya dengan kewenangan bersangkutan, si korban menyerahkan uang tersebut untuk kelancaran pengurusan administrasi proyek pengairan di Dinas PU Lobar. Yang bersangkutan dibekuk petugas, setelah menerima uang dari korban di salah satu kantor dinas di Gerung di luar jam kerja.

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo menambahkan, pihaknya bakal terus mengembangkan kasus ini. Dengan begitu, tidak menutupA�kemungkinan jumlah tersangkaA�bisa bertambah.

a�?Kita masih pengembangan, apakah ada perintah dari pimpinan atau atas inisiatif sendiri,a�? terangnya.

Joko menyebut pelaku meminta uang secara paksa. Karena bertugas sebagai bagian administrasi, pelaku mengancam pihak pelapor tidak akan mencairkan uang sebelum mendapat jatah. a�?Kalau administrasi tidak selesai, uang tidak bisa cair,a�? tandas Joko.

Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lobar Ir I Made Artadhana belum bisa dikonfirmasi terkait penangkapan ini. Ketika dihubungi via telepon tidak menjawab. Bahkan ketika dikonfirmasi via SMS juga tidak membalas. (zen/r3) A�A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys