Ketik disini

Metropolis

Sampah di Pinggir Pantai Dicuekin

Bagikan

MATARAM – Peningkatan volume air sungai akibat hujan yang terus mengguyur berdampak pula pada peningkatan volume sampah yang terbawa hingga ke pesisir. Banyak masyarakat yang tak kunjung sadar membuang sampah seenaknya ke sungai.

”Inilah akibatnya, kawasan pantai jadi seperti tempat sampah raksasa,” kata Ruslan, seorang warga pesisir Ampenan Tengah.

Dia lantas menunjukkan salah satu lokasi tumpukan sampah di muara Sungai Jangkuk. Di sana, aneka jenis sampah dari dedaunan, ranting hingga batang pohon, termasuk aneka sampah rumah tangga teronggok begitu saja. Aroma busuk menyengat yang dihasilkan, hingga potensi penyakit, jelas menjadi ancaman warga pesisir.

”Kami selalu menderita kalau musim-musim begini,” ujarnya.

Lombok Post lantas coba menyusuri sebagian Pantai Ampenan dari kawasan Bintaro, Ampenan Tengah, termasuk juga perbatasan Banjar dan Ampenan Selatan. Hasilnya, sampah dengan mudah dapat ditemui.

Dalam sebuah wawancara, Lurah Ampenan Selatan Sudirman mengatakan pihaknya dalah yang paling menderita jika membahas persoalan sampah. ”Semua sampah yang dibuang ke sungai jelas muaranya di laut dan balik lagi ke pesisir,” ujarnya.

Karena itu, khusus di kawasan pantai, ada tujuh petugas yang setiap hari bekerja. Mereka mengangkut sampah sampai ke lautan dan kembali tersapu ombak ke pinggir pantai. Namun itu saja tak cukup, Sungai Gedur yang berbatasan dengan Kelurahan Banjar adalah bukti nyata perkataannya itu. Kendati disebut sungai , namun lebih mudah mendapati sampah ketimbang air yang mengalir di sana.

”Tahun lalu ada tiga petugas dari PU Mataram, tapi tahun ini tak ada lagi,” jelasnya.

Ketika ada petugas yang rutin bekerja di sana, setiap hari sampah yang ada diangkut. Namun kini, alasan keterbatasan anggaran membuat sampah itu hanya sesekali diangkut.

”Tahun ini kita belum bisa pengadaan khusus untuk kali itu, tapi ada pasukan yang selalu bergerak menyusuri sungai-sungai yang menumpuk sampahnya,” kata Kadis PU Kota Mataram Mahmudin Tura menjelaskan keterbatasan pasukan yang dimilikinya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana persoalan sampah ini lebih banyak disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat. Karenanya, tahun depan ia merencanakan sebuah terobosan hukum untuk “memaksa” masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sungai. Sanksi bagi mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan dan tak ikut aktif dalam upaya menjaga lingkungan bakal diberikan.

”Jangan mau enaknya saja, mari tingkatkan kesadaran untuk Mataram yang lebih baik,” katanya. (yuk/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka