Ketik disini

Sportivo

Berharap Raperda Olahraga Disahkan

Bagikan

MATARAM – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Olahraga akan diputuskan dalam rapat paripurna hari ini (27/12). Namun berhembus kabar jika Raperda itu tidak akan disahkan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono mengaku, dia yang mengusulkan raperda olahraga melalui komisinya. Usulan itu untuk memajukan olahraga di NTB. a�?Saya membuat itu berdasarkan pengalaman selama 20 tahun bergelut dalam bidang olahraga,a�? kata Kasdiono kepada Lombok Post, kemarin (26/12).

Karena itu, mantan Ketua KONI NTB itu meminta kepada seluruh fraksi untuk mendukung Raperda tersebut. a�?Saya membuat raperda itu murni karena hati nurani,a�? ujarnya.

Menurutnya, sudah sepatutnya olahraga NTB bangkit. Sebab, saat ini belum berkembang secara merata. Bahkan ada beberapa cabor yang tidak memiliki generasi atlet. a�?Itu juga yang harus dipikirkan kedepannya,a�? tegasnya.

Untuk itu, dia berharap, Raperda itu bisa diberlakukan di NTB. Karena, beberapa daerah sudah memiliki Perda olahraga masing-masing. a�?Kita ini sudah tertinggal dengan daerah lain,a�? bebernya.

Jika Raperda itu disahkan, kata dia, itu memberikan angin segar untuk melakukan pembinaan olahraga prestasi, rekreasi, dan masyarakat bisa lebih fokus serta terarah. a�?Semua sudah jelas isinya dalam Raperda itu,a�? jelasnya.

Mekanisme pembuatan Raperda itu sudah dilalui. Dari ujiA� formil dan materil, hingga uji publik. a�?Sekarang tinggal menunggu keputusan rapat paripurna,a�? ujarnya. a�?Mudahan saja raperda itu bisa disahkan,a�? harapnya.

Sementara, Ketua KONI NTB Andy Hadianto sangat berharap Raperda itu bisa disahkan. Menurut dia, Raperda itu bisa dijadikan payung hukum bagi pembinaan olahraga di NTB. a�?Saya nanti siap memberikan saran ke dewan terkait Raperda itu di rapat paripurna,a�? kata Andy.

Menurutnya, pembangunan olahraga di NTB masih perlu peningkatan dan pengembangan. Namun, masih terganjal beberapa kendala. Diantaranya, belum optimalnya kemauan politik (political will) dari pemerintah dalam menangani olahraga. a�?Lembaga yang menangani olahraga belum maksimal. Selain itu, kegiatan olahraga dikenai pajak,a�? keluhnya.

Kedua, lanjut Andy, kurangnya keterpaduan dan kesinambungan penyusunan pembinaan pendidikan jasmani dan olahraga. Artinya, sistem rekrutmen calon atlet belum optimal.

Selanjutnya, Andy mengatakan, masih rendahnya kualitas pelatih dan kurang optimalnya peran guru pendidikan jasmani di luar sekolah. Itu sebagian indikator yang menunjukkan rendahnya kualitas. Ditambah lagi dengan belum optimalnya peran Lembaga Pendidikan Tinggi Olahraga (LPTO). a�?Banyak sumber daya insani yang lahir dari perguruan tinggi olahraga namun tidak terlibat langsung dalam pembinaan olahraga,a�? jelasnya.

Kendala selanjutnya, terbatasnya sarana dan prasarana. Hal itu A�berdampak pada sulitnya memanfaatkan fasilitas olahraga. Mengacu pada kendala tersebut, Raperda itu sangat dibutuhkan demi kemajuan olahraga di NTB. (arl/r10)A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka