Ketik disini

Praya

Gaji Kades Loteng Bakal Dirapel

Bagikan

PRAYA – Gaji 127 Kepala Desa (Kades) di Lombok Tengah (Loteng), terpaksa dirapel (dibayarkan sekaligus, red). Itu terjadi karena menunggu eksekusi anggaran di APBD antara Februari atau Maret setiap tahunnya. Hal ini membuat gaji para kades tidak bisa dicairkan seperti gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

A�a�?Sudah gaji kami tidak seberapa, telat lagi. Tolong carikan jalan keluar, untuk memutuskan mata rantai ini,a�? kata mantan Sekretaris Forum Kepala Desa (FKS) Loteng Supardi Yusuf pada Lombok Post, kemarin (24/12).

Setiap awal tahun, keluh Supardi gaji para kades tidak langsung diterima, harus menunggu berapa bulan kemudian. Parahnya lagi, pernah terjadi sampai menunggak enam bulan, karena menunggu eksekusi APBD dan alasan aturan lainnya.

a�?Kenapa tidak, gaji kami statusnya seperti PNS,a�? sarannya.

Gaji kades sendiri, kata Kades Pengembur tersebut, tertuang dalam alokasi dana desa (ADD). Sementara, dana desa (DD) murni untuk kebutuhan pembangunan desa. Sebelum pencairan, pemerintah desa harus melaksanakan pembahasan RAPBDes. Ketentuannya, 70 persen anggaran desa tersebut untuk belanja infrastruktur pembangunan desa dan masyarakat. Sisanya, 30 persen untuk gaji dan tunjangan aparatur pemerintah desa.

a�?Sebelum kami menerima gaji, berliku-liku dan panjang alur birokrasi serta aturan yang harus kami lalui. Berbeda dengan para abdi negara,a�? keluhnya lagi.

A�Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Loteng Suhaimi menyarankan, agar pemerintah mulai memikirkan konsep aturan pencairan gaji dan tunjangan kades seperti PNS. Diharapkan, mereka menerima gaji tanpa rapel. a�?Karena tugas dan fungsi mereka cukup berat,a�? katanya, terpisah.

Gajinya pun, menurut Suhaimi tidak sebanding dengan tugasnya di desa. Apalagi, saat warganya melaksanakan acara keagamanan, pernikahan atau khitanan, maka kades wajib mengeluarkan bantuan. Begitu seterusnya. a�?Dalam aturannya, tidak bisa kita paksakan gaji kades seperti PNS. Tetap, seperti biasa setiap tahunnya,a�? sambung Sekda HM Nursiah, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka