Ketik disini

Metropolis

Haltenya Jauh, Pak!

Bagikan

MATARAM – Bus Rapid Transit (BRT) sudah beroperasi. Dari pelajar hingga masyarakat umum, sudah menikmati kenyamanan moda transportasi umum ini.

Namun, warga mulai mengeluh. Bukan soal BRT, tetapi letak halte yang nyaris tidak berfungsi. Halte yang sudah terbangun seperti di Bintaro, Jalan Adi Sucipto dan beberapa tempat lainnya, dinilai salah penempatan.

a�?Ndak pernah ada orang nunggu bus di sana (Bintaro),a�? tutur seorang warga, Mardiana.

Sejak halte itu dibangun sampai selesai. Dan kini siap dipakai, tidak pernah dilihat ada orang yang memanfaatkannya. Menurutnya, selain letaknya jauh dari pemukiman warga, tidak ada keramaian juga. a�?Ndak ada orang di sana, kecuali kalau pas mau melayat (ke kuburan Bintaro),a�? celetuknya.

Beberapa anak sekolah juga mengeluhkan hal serupa. Praktis saat turun naik BRT mereka melalui pintu depan mobil. Bukan melalui pintu samping penumpang.

a�?Naik turun ya lewat pintu depan. Kalau turun di halte jauh dari rumah,a�? kata seorang siswa, Sisca Wulandari.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Mataram Mahfudin Noor mengatakan bisa memahami kesulitan warga. Hanya saja, ia menolak dianggap salah penempatan halte.

Penentuan letak halte seperti yang terlihat saat ini, sudah sesuai dengan perencanaan dan maping. “Sudah melalui kajian dari satker,a�? terang Fudin.

Ia menjelaskan, Satker yang terdiri dari Dinas Perhubungan Kota, Provinsi dan Kementerian Perhubungan, sudah berkoordinasi. Menentukan titik-titik di mana sebaiknya membangun halte. Karena itu, disepakati membangun di wilayah masing-masing.

a�?Misal Dishub Kota Mataram bangun di wilayah kota. Lalu Provinsi, bangun halte di jalan provinsi dan Kementerian Perhubungan bangun di jalan Negara. Karena itu bentuk-bentuk (halte) kan terlihat beda-beda ya. Yang bagus itu dari kementerian,a�? terangnya.

Penetapan titik-titik pembangunan halte ini sudah melaluiA� diskusi panjang. Hanya saja diakui jika titik-titik halte belum bisa mengakomodir kebutuhan penumpang. Namun pada akhirnya nanti, jumah halte akan terus bertambah.

a�?Yang ada tanda bus stop dan tulisan stop bus di jalan, itu nanti semua akan kita buatkan halte. Termasuk di depan sekolah-sekolah. Iya kita memang perlu kaji lagi agar diutamakan di tempat-tempat keramaian halte dibangun duluan,a�? tandasnya.

Harapan serupa juga pernah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Mataram H Sudenom. Ia sempat menyampaikan rasa khawatir jika anak didiknya dipaksakan naik dan turun pada halte-halte yang telah dibuat.

a�?Itu di depan sekolah juga harus ada dibangun. Masa anak-anak harus cari halte ke tempat yang jauh dari tujuan mereka,a�? cetusnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka