Ketik disini

Giri Menang

Hentikan Pembangunan di Bukit Senggigi

Bagikan

GIRI MENANG – Persoalan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Barat belakangan ini turut menjadi atensi Dandim 1606/Lobar Letkol Inf Ardiansyah. Meski belum parah, namun Dandim khawatir jika tidak segera diantisipasi, dapat menimbulkan efek yang lebih besar.

Apalagi banjir tahun ini tercatat menjadi yang terbesar di Lobar dalam beberapa kurun waktu terakhir. Dengan meredam sekitar tujuh desa, dimana desa di Kecamatan Batulayar menjadi wilayah terparah.

Khusus di wilayah Kecamatan Batulayar, Dandim melihat salah satu penyebab banjir adalah pembangunan villa di bukit Senggigi mulai tidak terkontrol. Karena itu ia menyarankan dihentikan.

“Kami menyarankan pak, hentikan saja pembangunan villa-villa di pegunungan Senggigi. Hentikan pak!a�? ucapnya di depan Bupati Lobar H Fauzan Khalid dalam sebuah kesempatan, belum lama ini.

Pemberhentian tersebut dimaksud, baik villa dalam proses mengajukan izin maupun yang sudah kedung berdiri. Terhadap vila yang sudah terbangun dan berizin, Dandim sarankan didiskusikan kembali agar keberadaannya tidak memicu banjir.

“Paling tidak di setiap villa ada sumur resapan, kita wajibkan. Kemudian juga dibuatkan biopori,a�? sarannya.

Berdasarkan data di lapangan, Dandim menyebut salah satu pemicu banjir dikarenakan pendangkalan sungai dan selokan. Sehingga ia juga menyarankan dilakukan normalisasi.

“Tapi normalisasi ini dilakukan saat musim kemarau. Kita carikan A�solusi jangka panjang dan jangka pendek,a�? tukasnya.

Sementara Bupati Lobar H Fauzan Khalid dalam kesempatan tersebut mengatakan, terkait pemberhentian pembangunan villa di bukit Senggigi, akan dibentuk tim untuk penertiban secara menyeluruh. A�Termasuk, perizinan pembangunan villa, akan dikaji secara ketat. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka