Ketik disini

Sumbawa

Jangan Salahgunakan Status Tanggap Darurat

Bagikan

SUMBAWA – Penetapan status tanggap darurat yang dikeluarkan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa sejak 23 DesemberA� lalu dipastikan masih berlaku hingga 10 Januari 2017 mendatang. Penetapan status yang dikuatkan dengan SK bupati itu didasari data perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Sumbawa.

Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Zainal Abidin A�penetapan status tanggap darurat A�dikhawatir dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Salah satunya dijadikan alasan pembenar beberapa proyek fisik di beberapa wilayah kecamatan tidak selesai dikerjakan.

Begitu juga proyek yang rusak padahal baru selesai dikerjakan padahal sama sekali tidak terkena bencana. Baik banjir ataupun tanah longsor dan bencana alam lainnya. Termasuk menghindari perbaikan atau pemeliharaan oleh pelaksana karena diupayakan mendapat bantuan dari pusat.

“Kami yakin dan pastian tidak akan seperti itu. Karena kami mempunyai data yang jelas tentang lokasi dan titik-titik tempat terjadinya bencana. Kalau untuk proyek fisik pemerintah tentu masih tetap menjadi tanggung jawab pelaksana karena rata-rata setiap proyek fisik mempunya masa pemelihraan selama 50 hari,” kata mantan Kadis Diskoperindag itu yang dikonfirmasi Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Dia menegaskan, penetapan status tanggap darurat melalui SK bupati seperti yang dilakukan tahun ini merupakan hal selalu dilakukan setiap tahun ketika ada terjadi bencana alam. Tujuan utamanya agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan dana untuk penanganan bencana alam yang terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Untuk mendapat dana bantuan dalam penanganan bencana dari pusat salah satu syaratnya harus ada penetapan status seperti ini,” katanya. (aen/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka