Ketik disini

Headline Sumbawa

LOH Hijaukan Hutan di Desa Lito

Bagikan

SUMBAWA – Di tengah ancaman banjir dan tanah longsor yang menghantui masyarakat Sumbawa, Lembaga Olah Hidup (LOH) menunjukkan kepeduliannya. Para aktivis lingkungan yang tergabung dalam LOH bersama masyarakat melakukan rehabiliasi hutan dengan melakukan penanaman pohon pada Sabtu (24/12) lalu.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Hkm wilayah Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama LOH dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) sebagai satuan kerja Kementerian PPN/Bappenas yang telah ditanda tangani pada 8 April 2016 di Jakarta.

Direktur LOH Sumbawa Yani Sagaroa mengatakan tujuan A�penanaman areal kerja Hkm dan lahan terdegrasi tersebut menurut adalah untuk rehablitasi hutan dan lahan untuk pengikatan daya dukung DAS Moyo khususnya dan Kabupaten Sumbawa umumnya. Tindakan nyata seperti ini dianggap sangat penting dilakukan.

a�?Data yang dimiliki LOH, situasi lingkungan ekosistem di Sumbawa telah terjadi degradasi dan deforestasi hutan yang cukup besar,a��a�� katanya.

Dari catatan pihaknya tersisa sekitar 30 persen hutan perawan di Kabupaten Sumbawa. Hutan yang kritis sudah mencapai di atas 70 persen. Sehingga hampir setiap tahun terjadi banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

Dia berharap dengan kerja sama yang dibangun LOH ini mampu memberikan dorongan untuk pengadaan bibit rehabilitasi. Rencananya, sekitar 150 hektara hutan akan direhebalitasi dan sekitar 40 hektara lahan terdegradasi di luar Hkm.

a�?Karena tutupan lahan terbuka luas, sehingga daya serap air yang lemah menyebabkan banjir,a��a�� ujarnya.

Dikatakan, keberadaan DAS Moyo merupakan salah satu DAS yang kerap membawa bencana banjir di hilir atau utara juga di Moyo Hulu. Sehingga DAS tersebut menjadi prioritas nasional untuk diperbaiki.

Sebagai bentuk komitmen LOH, ke depan LOH juga akan akan memfasilitasi pengadaan bibit benih hingga 2018 sehingga seluruh kawasan yang sekitar 150 hektara dapat terehabilitasi secara baik. Skema Hkm tidak hanya tanaman kayu-kayuan tapi juga tanaman sela untuk tanaman pangan yang bisa dimanfaatkan sela kayunya.

A�a�?Saat ini kami menyiapkan bibit asam tapi yang rasanya asam manis. Karena selama ini pohon asam diburu untuk bahan bakar kompor tembakau di Lombok. Jadi Asam manis sehingga kemungkinan untuk 10 tahun ke depan kita mendapat produksi asam lagi, karena Sumbawa identik dengan asam,a�? kata Yani.

Diakui, salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi yakni tindakan illegal logging yang cukup masif di Sumbawa terutama di eks Perum Perhutani. Sehingga diharapkan pemegang mandat atau amanah izin Hkm tersebut agar tetap menjaga sesuai aturan main yang ada.

Wakil Bupati Sumbawa H Mahmud Abdullah mendukung penuh gerakan yang dilakukan LOH Sumbawa. Terlebih dengan kondisi saat ini, di Hkm sebagian besar ditanami jagung. Sehingga ke depan diharapkan dilakukan tumpang sari.

a�?Kalau hanya jagung maka 5 tahun ke depan Sumbawa akan hancur. Salah satu contoh di Bima yang kondisi hutannya sudah gundul,a��a��katanya. (aen/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka